90 Persen karyawan masuk kerja dalam kondisi sakit

Jumat, 1 November 2013 08:04 Reporter : Rizqi Adnamazida
90 Persen karyawan masuk kerja dalam kondisi sakit Ilustrasi bekerja. ©Shutterstock.com/Pressmaster

Merdeka.com - Jika sedang sakit, tubuh seharusnya diistirahatkan. Namun menurut sebuah survei terbaru, sebanyak 90 persen karyawan tetap datang bekerja meski sedang dalam kondisi sakit.

Alasannya? Ternyata para karyawan tersebut tidak mau tertinggal. Jadi meski sudah tau bahwa sedang tidak enak badan dan sakitnya menular, mereka tetap nekat masuk kerja.

"Padahal bekerja dalam kondisi sakit itu sangat tidak nyaman. Selain menyebarkan kuman pada teman-teman kerja yang lain, karyawan sakit juga tidak akan bekerja dengan maksimal. Jadi sebaiknya mereka beristirahat saja," saran peneliti, seperti yang dikutip dari Huffington Post.

Beberapa perusahaan memang menghitung izin sakit sebagai bentuk cuti. Sehingga jika jatah cuti sudah habis, karyawan yang mengambil izin tidak masuk akhirnya dipotong gajinya.

Akibatnya, karyawan tetap nekat masuk kerja dalam kondisi sakit. Tentu saja hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan, mengingat berbagai kerugian yang dirasakan diri sendiri dan orang-orang sekitar di kantor.

Baca juga:
Kegemukan saat hamil menyebabkan autisme?
Hungry gene, kelainan genetis penyebab obesitas
Hati pelan-pelan bisa 'memakan' otak
Pro dan kontra prosedur sedot lemak
Banyak anak benci minum air putih, kenapa? [riz]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kebugaran
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini