9 Cara jitu bikin perceraian tak menakutkan bagi anak

Selasa, 8 Desember 2015 09:21 Sumber :
9 Cara jitu bikin perceraian tak menakutkan bagi anak Ilustrasi perceraian. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/nathings

Merdeka.com - Melebihi dari luka batin, orang tua yang bercerai dapat menimbulkan luka psikis pada anak yang masih sulit menerima perpisahan orang tua. Terkadang, anak-anak akan sampai pada suatu kesimpulan bahwa dirinyalah yang menjadi penyebab perpisahan orang tua. Dalam perceraian yang dilakukan oleh pasangan dewasa yang juga seorang orang tua, anaklah yang selalu menjadi korban ketidakharmonisan kehidupan rumah tangga.

Konsekuensi perceraian, bagaimanapun Anda melindungi buah hati Anda, adalah luka hati dalam diri anak. Hal ini kemudian dapat pula menjadi luka psikis dalam diri anak Anda, yang memiliki potensi merusak pembentukan karakter anak Anda. Sebagai orang tua, terdapat tindakan yang dapat Anda lakukan untuk meminimalisir dampak perceraian pada anak.

1. Yakinkan anak bahwa ia selalu dan tetap dicintai

Ketika salah satu orang tua tidak dapat memenuhi jadwal kunjungannya ke anak, anak sering menyalahkan diri sendiri. Mereka akan berpikir,”Andai saja mereka jadi anak yang lebih baik, maka ayahnya tidak akan tidak datang.” Alhasil harga diri anak bisa turun. “Anda perlu terus meyakinkan anak bahwa ia dicintai sama seperti dulu.Katakan kepada mereka seperti ini; orang dewasa tetap bias berbuat salah dan kadang itu menyakiti orang-orang yang mencintainya. Ayahmu membatalkan janji padahal kehadirannya sangat ditunggu-tunggu – itu salah. Tapi biar bagaimanapun ayahmu tetap sangat mencintaimu,” saran Edward Teyber, Ph.D., seorang profesor psikologi di California State University, San Bernadino, dan penulis bukuHelping Children Cope With Divorce.

2. Jangan tutupi situasi

Orangtua kadang bersikap tidak konsisten dan anak bisa mengetahuinya. Orangtua atau dalam hal ini mantan Anda tidak bisa berkunjung karena sakitflu, itu bisa dipahami. Tapi jika pada hari yang sama ia bias berangkat kerja atau rapat dengan klien dan anak tahu itu, Anda tak perlu membela atau menutupi mantan Anda. “Biarkan anak mengekspersikan kekecewaannya kepada ayahnya (atau ibunya) karena ingkar janji,” kata terapis keluarga M. Gary Neuman, pencipta program terapi perceraian Sandcastles dan penulis bukuHelping Your Kids Cope With Divorce the Sandcastles Way.Biarkan anak melampiaskan perasaannya tanpa perlu Anda minta maaf atas nama mantan pasangan Anda.

3. Miliki rencana cadangan

Pihak orangtua yang tinggal bersama anak kadang harus siap dengan rencana cadangan bila pihak orangtua yang lain sering mengingkari janji pertemuan dengan anak. Pergi menonton, berjalan-jalan ke mal,berenang, bersepeda bersama, berkemah di halaman, dan lain sebagainya kegiatan yang disukai anak. Putuskan berapa lama kalian akan menunggu ibu/ayahnya datang. Misalnya kalian akan menunggu selama 30 menit maka katakana begini ke anak,”Kita akan menunggu ibumu/ayahmu selama 30 menit. Jika dia tidak datang, mari kita pergi menonton.”Jika anak mengungkapkan kekecewaannya, dengarkan saja tanpa perlu menghakimi pihak manapun.

4. Dorong anak untuk berbicara

Saat salah satu orang tua yang sudah berpisah mengecewakan anak, orang tua yang satunya lagi dapat mendorong anak untuk bicara langsung. Berbicara akan mengurangi rasa frustasi mereka. Jika anak belum siap untuk bicara langsung dengan ayah atau ibu yang mengecewakannya, tawarkan pilihan untuk menulis surat atau email. [feb] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini