6 Sumber kuman ini ternyata ada di dalam rumah

Sabtu, 28 November 2015 08:15 Sumber :
6 Sumber kuman ini ternyata ada di dalam rumah Ilustrasi mesin pencuci piring. en.wikipedia.org

Merdeka.com - Tentu Anda masih ingat dengan slogan “Belum lima menit” yang seringkali diucapkan untuk memaklumi pengambilan makanan yang jatuh ke lantai untuk segera diselamatkan dan dinikmati kembali. Slogan ini tentu saja hanya untuk keperluan iklan semata, namun entah kenapa banyak orang meyakini kebenaran hal ini, bahkan mungkin juga termasuk Anda.

Kuman dan bakteri yang menempel di permukaan lantai atau permukaan furnitur memiliki ukuran mikroskopis yang tidak dapat diakses oleh mata normal, sehingga tidak mungkin kita dapat memperkirakan berapa banyak kuman yang menempel di suatu benda. Namun, terdapat perkiraan mengenai tempat-tempat yang paling berkuman di sekitar Anda, dan ternyata tempat tersebut bukanlah toilet Anda.

1. Tempat cuci piring

Toilet Anda mungkin mengandung lebih sedikit kuman daripada tempat cuci piring di dapur Anda, kata Eileen Abruzzo, direktur pengendalian infeksi di Long Island College Hospital Brooklyn, New York. Tempat cuci piring dapat menjadi tempat penampungan bakteri penyebab penyakit, termasuk E. coli dan salmonella. Mereka bisa berpindah ke tangan Anda atau menyebar ke makanan.

Masih banyak orang mengira bahwa membersihkan tempat cuci piring dengan air saja atau air sabun sudah cukup. Kenyataannya tidak demikian, kata Abruzzo, dokter sekaligus konsultan WebMD.

Untuk membersihkan wastafel dan tempat cuci piring dan mencegah penyebaran bakteri, Abruzzo merekomendasikan mencuci tempat itu dengan larutan pemutih dan air sekali sehari. Ingatlah untuk membuka penutup saluran dan membersihkannya juga, katanya. Kemudian cuci tangan Anda dengan air dan sabun antiseptik.

ilustrasi mencuci piring ©abc13.com

2. Sikat gigi

Anda memasukkannya ke dalammulut dua kali sehari. Pernah Anda berpikir berapa banyak kuman bersembunyi di dalamnya? Setelah digunakan, Anda membilasnya dan menaruhnya begitu saja dalam keadaan basah. "Bakteri dan jamur sangat suka tempat basah dan lembap," kata Abruzzo.

Selain kuman dari mulut, kuman dari toilet juga bisa mencemarisikat gigi. Penelitian di tahun 1970-an oleh Charles P. Gerba, PhD, dari University of Arizona Department of Soil, Water and Environment, menemukan bahwa penyiraman toilet dapat membuat kotoran di dalam toilet itu memercik ke luar, melayang di kamar mandi setidaknya selama dua jam sebelum mendarat ke berbagai permukaan benda - termasuk sikat gigi Anda.

Abruzzo merekomendasikan agar Anda menyimpan sikat gigi di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang leluasa, serta tidak terlalu dekat dengan toilet. Juga, mengganti sikat gigi Anda sesering mungkin, terutama setelah Anda menderita sakit. Jangan lupa untuk , dan menutup tutup toilet sebelum memencet tombol flush.

Ilustrasi sikat gigi Shutterstock/Miro Novak [feb] SELANJUTNYA
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini