6 Fakta Covid-19 Varian Delta Plus AY.4.2 yang Lebih Menular

Jumat, 19 November 2021 14:19 Reporter : Titah Mranani
6 Fakta Covid-19 Varian Delta Plus AY.4.2 yang Lebih Menular Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Virus SARS-CoV-2 atau covid-19 terus bermutasi ke seluruh dunia. Saat ini mutasi yang paling ganas adalah varian delta. Varian delta ini pun bermutasi dan muncul subvarian baru yang disebut varian delta plus atay AY.4.2. Varian ini baru terdeteksi di Singapura. Hal tersebut dikemukakan dan dikonfirmasi Kementerian Kesehatan Singapura.

Varian covid-19 Delta Plus ini diyakini lebih menular dari varian lain, sehingga penyebarannya perlu diwaspadai di Indonesia. Subvarian ini juga yang diduga menyebabkan lonjakan kasus di Inggris.

Para ahli mengungkapkan bahwa subvarian ini sangat berpotensi masuk ke Indonesia, sehingga mereka masih mempelajari efeknya hingga saat ini. Seperti dikutip dari Fimela.com, berikut 6 fakta tentang covid-19 varian Delta Plus.

1. Turunan dari varian Delta

Varian ini merupakan subvarian dari varian delta yang sangat menular dibandingkan varian lainnya. Delta Plus memiliki nama lain yakni AY.4.2, yang merupakan kombinasi antara varian Delta AY.4 dengan mutasi pada spike S:Y145H.

Varian ini merupakan cabang dari Delta yang mencakup beberapa mutasi baru yang memengaruhi protein spike, yang digunakan virus untuk menembus sel-sel. Sub varian ini berisi perubahan yang dapat memberikan keunggulan kelangsungan hidup virus jika dibandingkan varian lainnya.

2. Lebih menular, tetapi tidak mematikan

Direktur Institut Genetika Universitas College London (UCL) Prof. Francois Balloux mengungkapkan bukti-bukti bahwa varian Delta AY.4.2 merupakan varian yang 10% lebih menular dibandingkan varian Delta aslinya.

“Peningkatannya juga tampaknya tidak spesifik wilayah, yang mungkin menunjukkan bahwa AY.4.2 secara intrinsik lebih mudah menular, daripada dibawa oleh demografis,” ujar Balloux, dikutip dari Healthline.

3. Termasuk Varian of Interest

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan AY.4.2 ke dalam variant of interest. Dalam hal ini, variant of interest diidentifikasikan sebagai penyebab penularan komunitas yang signifikan atau beberapa klaster COVID-19.

2 dari 2 halaman

4. Negara dengan kasus Delta Plus

Menurut data resmi terbaru dari database pelaporan virus GISAID, sejumlah negara telah melaporkan temuan kasus Delta Plus, di antaranya di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan sebagian Eropa Barat.

Dalam rinciannya, hingga 16 Juni 2021, setidaknya terdapat 197 kasus Delta Plus yang telah ditemukan di 11 negara, yakni Inggris (36), Kanada (1), India (8), Jepang (15), Nepal (3), Polandia (9), Portugal (22), Rusia (1), Swiss (18), Turki (1), Amerika (83).

Terhitung sejak Kamis (28/10) lalu, Singapura melaporkan temuan pertama kasus Delta Plusnya. Meski telah terdeteksi, Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan tak ada bukti penyebaran ke masyarakat dari adanya kasus tersebut.

5. Diduga sebabkan lonjakan kasus di Inggris

Meski bukan termasuk dalam varian yang menjadi perhatian (variant of concerns), varian Delta Plus atau AY.4.2 ini diduga menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus COVID-19 di Inggris.

Menurut data resmi terbaru, varian ini telah diidentifikasi pada sekitar 6 persen kasus di Inggris. Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengungkapkan bahwa subtipe baru Delta Plus menyebar di Inggris.

Badan tersebut melaporkan bahwa varian tersebut menyumbang 6% dari semua sekuens genetik SARS-CoV-2 pada minggu yang dimulai 27 September 2021, yang mana merupakan minggu terakhir data sekuensing lengkap tersedia.

6. Efeknya masih terus diteliti

Meski telah terdeteksi di sejumlah negara, para ahli telah mencatat bahwa AY.4.2 belum menjadi strain dominan di negara-negara yang telah mendeteksi adanya varian ini. Hingga saat ini, efek varian Delta Plus masih terus diteliti.

Kementerian Kesehatan Singapura mengungkapkan, saat ini efek dari varian AY.4.2 masih terus dipelajari. Untuk sementara, varian tersebut memiliki tingkat penularan dan keparahan penyakit seperti varian Delta.

Fimela.com [ttm]

Baca juga:
RI Sudah Ada Sub Varian Delta, Menkes Yakin Bisa Lawan Varian AY.4.2
Pakar sebut Varian AY.4.2 Lebih Menular 10-15 Persen dari Delta
Strategi Pemerintah Cegah Masuknya Varian AY.4.2 dari Inggris
Menkes: Varian AY.4.2 Berpotensi Mengkhawatirkan, Tetapi Belum Masuk Indonesia
Pemerintah Waspadai Varian Baru Covid-19 AY.4.2 dari Inggris
Panglima TNI: Waspada Mutasi Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini