50 Persen perceraian di Arab saudi dipicu oleh seks!

Senin, 30 Juni 2014 21:24 Reporter : Kun Sila Ananda
50 Persen perceraian di Arab saudi dipicu oleh seks! Ilustrasi perceraian. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Mincemeat

Merdeka.com - Perceraian bisa terjadi pada siapa saja dan bisa dipicu oleh banyak hal. Mulai dari perselingkuhan, kekerasan rumah tangga, hingga ketidakcocokan antara suami dan istri. Namun salah satu penyebab perceraian yang jarang sekali disinggung atau diungkap ke luar adalah masalah seks.

Saat ini peneliti di Arab Saudi tengah mempertimbangkan mengenai pentingnya edukasi seksual sebagai bagian dari silabus pelajaran psikologi, sosiologi, dan budaya Islam. Hal ini dipicu oleh perceraian di Arab saudi yang 50 persen disebabkan oleh masalah seks pada pasangan.

Mohammed Al-Saif, profesor dari Qassim University mengungkap bahwa masalah seksual merupakan penyebab utama meningkatnya angka perceraian dan kejahatan di Arab Saudi, seperti diungkapnya pada harian Al-Hayat. Al-Saif menambahkan bahwa sekitar 40 persen pria memiliki masalah seksual dengan istri mereka.

"Kebanyakan sosiolog dan peneliti seringkali menghindari penyebutan seks sebagai penyebab perceraian dan lebih fokus pada penyebab lainnya," ungkapnya seperti dilansir oleh Al Arabiya (23/06).

Al-Saif berpendapat bahwa edukasi seksual harus dimasukkan ke dalam mata pelajaran untuk memberikan informasi dan fakta ilmiah mengenai topik tersebut. Menurutnya, siswa pria dan wanita baik di sekolah, universitas, dan perguruan tinggi lainnya harus memiliki pengetahuan mengenai seks, pernikahan, dan cinta.

Buku yang berkaitan dengan edukasi seksual harus menjadi salah satu strategi untuk memberikan pengetahuan terhadap masyarakat. Selama ini seks selalu dianggap tabu dan tak layak diperbincangkan secara terang-terangan karena stigma sosial. Padahal masalah yang berkaitan dengan seks juga bisa berimbas fatal seperti perceraian.

"Banyak orang tak mau membicarakan ini karena menganggapnya personal. Banyak wanita yang lebih memilih mengatakan alasan lain seperti kurangnya penghasilan suami, ketidakcocokan, atau lainnya sebagai alasan bercerai dibandingkan dengan masalah seksual," jelasnya.

Al-Saif mengingat seorang wanita yang menulis alasannya untuk bercerai dalam essai setebal 500 halaman. Semua itu diakhiri dengan pengakuannya bahwa alasan sebenarnya adalah seks. Al-Saif berpendapat bahwa edukasi seks harus diberikan pada siswa berusia 10 sampai 30 tahun. Namun tentunya pelajaran yang diberikan tidak setara antara yang berusia 10 hingga 30 tahun.

Bagaimana menurut Anda, setujukah dengan pendapat Al-Saif mengenai pentingnya edukasi seks sejak dini? [kun]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini