2 Cara yang Bisa Diterapkan untuk Cegah Munculnya Depresi selama Pandemi COVID-19

Kamis, 10 Juni 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
2 Cara yang Bisa Diterapkan untuk Cegah Munculnya Depresi selama Pandemi COVID-19 Ilustrasi depresi. ©2012 Merdeka.com/shutterstock/Stokkete

Merdeka.com - Kondisi tidak menentu dan menakutkan pada masa pandemi COVID-19 bisa menyebabkan munculnya dampak pada seseorang. Hal ini termasuk pada kesehatan mental milik seseorang.

Riset dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung mengungkapkan 47 persen responden mahasiswa mengaku mengalami gejala depresi selama pandemi COVID-19. Media sosial juga diramaikan dengan keluhan dari berbagai pekerja kantoran akan burn out karena metode Work From Home (WFH).

Menurut, CEO startup konseling daring dan kesehatan mental Riliv, Audrey Maximillian Herli, berbagai hal menjadi pemicu depresi saat pandemi di berbagai kalangan. Hal ini umumnya dikarenakan masyarakat tidak lagi bebas melakukan kegiatan layaknya sebelum pandemi.

Beberapa aktivitas banyak dilakukan secara virtual sehingga berpotensi mengurangi hangatnya interaksi antara manusia, lanjutnya. Apalagi untuk mereka yang tinggal sendirian seperti di apartemen atau kamar kos. Pikiran “Aku harus apa?” dan “Apa yang bisa kulakukan?” rawan menghantui setiap hari sehingga menambah beban pikiran.

“Kebahagiaan bisa dimulai dari diri sendiri. Setiap manusia memiliki kapabilitas untuk menciptakan kebahagiaan,” kata Audrey dalam keterangan pers.

Ia tak memungkiri bahwa awalnya akan terasa sulit karena masyarakat sudah menemukan pola bahagia yang dulu dibantu oleh kehadiran orang lain. Namun sekarang kondisinya berbeda, dan semua orang harus menemukan aktivitas agar bisa berdamai dengan situasi yang sedang dihadapi, katanya.

Baca Selanjutnya: Olahraga Sederhana dan Forest Bathing...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini