Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Sarjan Taher

Profil Sarjan Taher | Merdeka.com

Sarjan Taher adalah Bupati Ogan Komering Ilir. Dia pernah menjadi anggota DPR dari fraksi Demokrat. Dia ingin melebarkan sayap di kancah politik dengan maju sebagai Walikota Palembang 2013. Keinginannya untuk mencalonkan diri tidak datang begitu saja.  Tapi dirinya telah memikirkan semua hal itu selama kurang lebih dari satu setengah tahun. Berbagai program sudah dia lakukan sebelum melangkah memperebutkan suara rakyat. Sarjan menggagas program seperti Dai cilik dan mewarnai, Ayo Bangun Kota Palembang.

Namun sayang, sebelumnya pada tahun 2008, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Sarjan Taher dalam kasus dugaan korupsi alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api di Sumatera Selatan. Pria kelahiran 9 Januari 1965 ini diduga menerima gratifikasi berupa uang dalam proses alih fungsi kawasan hutan bakau di Banyuasin. Kawasan hutan bakau seluas 600 hektare dialihkan menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api. Pengalihan kawasan hutan ini sempat diprotes oleh sejumlah lembaga swadaya masyarakat di Sumatera Selatan karena dinilai merusak ekosistem.

Saat itu Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Chandra M. Hamzah mengatakan, pasal yang disangkakan adalah pasal 11 atau pasal 12A atau pasal 12E Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Karena menerima gratifikasi itulah, Sarjan divonis 4 tahun 6 bulan penjara. Majelis juga menghukum ayah dari dua anak ini untuk membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Adapun uang Rp 360 juta yang diserahkan Sarjan disita untuk negara.

Anggota Komisi IV DPR-RI periode 2004-2009 yang membawahi bidang Kehutanan ini dinyatakan terbukti menerima uang senilai Rp 5 milyar dalam proses pelepasan kawasan hutan lindung pantai Air Telang, Banyuasin, Sumatera Selatan menjadi pelabuhan Tanjung Api-api. Akibat ulahnya ini, Sarjan resmi diganti di DPR. Jabatannya dicopot dan digantikan oleh Neny R. Marsi.

Meski pernah tercoreng dengan kasus korupsi Sarjan tetap optimis dalam Pilkada mendatang. Ia mengatakan bahwa dirinya ingin mengabdikan diri untuk membangun kota Palembang. Keputusannya dalam memutuskan langkah maju menjadi walikota Palembang itu sudah dipikirkan jauh-jauh hari. Ia pun optimis, pada pemilukada 2013 nantinya ia akan memperoleh suara terbanyak. Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak mau jatuh ke lubang yang sama mengingat dirinya pernah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api di Sumatera Selatan.

Oleh: Atiqoh Hasan

Profil

  • Nama Lengkap

    Sarjan Taher

  • Alias

    Sarjan

  • Agama

    Islam

  • Tempat Lahir

  • Tanggal Lahir

    1965-01-09

  • Zodiak

    Capricorn

  • Warga Negara

    Indonesia

  • Istri

    Nita Kesuma Wati

  • Anak

    M. Nisar Ayyasi, Annisa Naila Fahira

  • Biografi

    Sarjan Taher adalah Bupati Ogan Komering Ilir. Dia pernah menjadi anggota DPR dari fraksi Demokrat. Dia ingin melebarkan sayap di kancah politik dengan maju sebagai Walikota Palembang 2013. Keinginannya untuk mencalonkan diri tidak datang begitu saja.  Tapi dirinya telah memikirkan semua hal itu selama kurang lebih dari satu setengah tahun. Berbagai program sudah dia lakukan sebelum melangkah memperebutkan suara rakyat. Sarjan menggagas program seperti Dai cilik dan mewarnai, Ayo Bangun Kota Palembang.

    Namun sayang, sebelumnya pada tahun 2008, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Sarjan Taher dalam kasus dugaan korupsi alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api di Sumatera Selatan. Pria kelahiran 9 Januari 1965 ini diduga menerima gratifikasi berupa uang dalam proses alih fungsi kawasan hutan bakau di Banyuasin. Kawasan hutan bakau seluas 600 hektare dialihkan menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api. Pengalihan kawasan hutan ini sempat diprotes oleh sejumlah lembaga swadaya masyarakat di Sumatera Selatan karena dinilai merusak ekosistem.

    Saat itu Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Chandra M. Hamzah mengatakan, pasal yang disangkakan adalah pasal 11 atau pasal 12A atau pasal 12E Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Karena menerima gratifikasi itulah, Sarjan divonis 4 tahun 6 bulan penjara. Majelis juga menghukum ayah dari dua anak ini untuk membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Adapun uang Rp 360 juta yang diserahkan Sarjan disita untuk negara.

    Anggota Komisi IV DPR-RI periode 2004-2009 yang membawahi bidang Kehutanan ini dinyatakan terbukti menerima uang senilai Rp 5 milyar dalam proses pelepasan kawasan hutan lindung pantai Air Telang, Banyuasin, Sumatera Selatan menjadi pelabuhan Tanjung Api-api. Akibat ulahnya ini, Sarjan resmi diganti di DPR. Jabatannya dicopot dan digantikan oleh Neny R. Marsi.

    Meski pernah tercoreng dengan kasus korupsi Sarjan tetap optimis dalam Pilkada mendatang. Ia mengatakan bahwa dirinya ingin mengabdikan diri untuk membangun kota Palembang. Keputusannya dalam memutuskan langkah maju menjadi walikota Palembang itu sudah dipikirkan jauh-jauh hari. Ia pun optimis, pada pemilukada 2013 nantinya ia akan memperoleh suara terbanyak. Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak mau jatuh ke lubang yang sama mengingat dirinya pernah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api di Sumatera Selatan.

    Oleh: Atiqoh Hasan

  • Pendidikan

    • SD Pembangunan II, Monginsidi, Makasar 1971-1975
    • SMP YP. PGRI, Makasar 1976-1979
    • SMAN 2, Makassar, 1979-1982
    • Diploma III Administrasi Perusahaan Fanogis Unhas, 1982-1985
    • Fakultas Ekonomi Unhas, Jurusan Manajemen, 1985-1989
    • Program Magister Management Unsri, Palembang, 1993-1995

  • Karir

    • Anggota DPR-RI, 2004-2009
    • Anggota DPRD Sumatera Selatan, 1997-1999
    • Direktur Utama Pandu Tani Indonesia ( PATANI) Pusat
    • Ketua DPD Masyarakat Agribisnis Indonesia ( MAI ) Sumatera Selatan
    • Vice Presiden komite Oil & Gas Kadin Indonesia - Rusia
    • Komisaris Utama PT. TAA
    • Komisaris Utama PT. NIB
    • Komisaris Utama PT. Patra Taruna Niaga

  • Penghargaan

Geser ke atas Berita Selanjutnya