MERDEKA.COM » REPORTER » TYAS TITI KINAPTI
324 berita dan foto

    Jajanan tradisional ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam. Kala itu, kue berwarna cokelat ini menjadi primadona. Makanan mewah yang disajikan untuk para raja. Namun sayang, kepopulerannya kini mulai memudar. Terganti dengan jajanan berkemasan yang lebih modern dan kekinian.

    Tepat malam 1 Suro, kawanan kerbau ini akan keluar dari kandangnya. Nantinya, kawanan keturunan Kerbau Pusaka Keraton Kyai Slamet membuka jalan bagi rombongan kirab. Sebagian warga percaya bahwa sisa minuman kerbau bule, kotoran kerbau yang keluar saat kirab bisa mendatangkan berkah.

    Dilihat sekilas, pohon itu seperti dicat warna-warni. Bahkan, kalau dalam gambar seperti hasil editan. Namun, ternyata memang keindahan alami yang disajikan pohon tersebut. Pohon pelangi atau yang dikenal dengan sebutan Rainbow eucalyptus ini bak lukisan tangan Yang Maha Kuasa.

    Kerbau milik Keraton Surakarta ini dianggap keramat, bahkan Keraton Surakarta menjadikan kerbau ini sebagai salah satu pusakanya. Kebo Bule erat kaitannya dengan perayaan malam 1 Suro. Dalam tradisi, Kebo Bule akan menempati barisan terdepan sebagai cucuk lampah pemimpin barisan kirab.

    Jupiter Aerobatic Team (JAT) melakukan atraksi dengan manuver-manuver berbahaya. Silih bergantian menunjukkan kemampuan terbang dengan berbagai formasi. Spektakuler, membuat penonton tak hentinya berdecak kagum .

    Wong Osing, begitu mereka akrab dikenal. Mereka adalah penduduk asli Banyuwangi. Keturunan yang tersisa dari pemerintahan kerajaan Blambangan. Sebuah kerajaan yang menjadi cikal bakal Banyuwangi berdiri. Suku Osing bahkan punya bahasa sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

    Dari orang tua hingga anak-anak, mereka semua menanti giliran duduk di ayunan. Mencari berkah hidup lewat ayunan Bauyun Maulud. Tradisi yang sudah mengakar kuat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

    Jemaah An Nadzir di Gowa Selatan punya penampilan berbeda dengan umat muslim lainnya. Dari rambut berwarna pirang hingga baju serba hitam. Stigma teroris, pengikut aliran sesat, kelompok Islam garis keras seringkali melekat pada jemaah ini. Namun semua sirna saat menginjakkan kaki di perkampungan Jemaah An Nadzir.

    Tak seperti kerbau pada umumnya yang berwarna hitam, Tedong Bonga memiliki ciri fisik khas. Warnanya justru menyerupai sapi dengan warna kulit yang belang. Punya warna yang unik, hewan cantik ini harganya bisa mencapai 1 Miliar.

    Tak seperti pohon pada umumnya yang berwarna cokelat, batang pohon ini berwarna hijau, kuning, merah muda, cokelat dan berbagai warna lainnya. Pohon pelangi atau yang dikenal dengan sebutan Rainbow eucalyptus ini bak lukisan tangan Yang Maha Kuasa.

    Tak hanya adu balap kerbau, Makepung juga menjadi wujud syukur petani untuk hasil panen mereka. Kegembiraan yang terekam saat Makepung menjadi bentuk syukur para petani pada Ibu Bumi

    Datang ke warung ini, pengunjung akan dibuat takjub dengan interiornya yang cantik. Berbagai jenis keramik, guci, lukisan, dan piring-piring cantik terpajang manis di warung ini. Jumlahnya pun tak terhitung lagi. Rasanya seperti berada di surga keramik.

    Sesuai dengan papan besar yang tersemat di bagian depan kedai, Kopi Kong Djie ada sejak 1943, 2 tahun sebelum Indonesia merdeka. Kedai ini seolah merekam jejak waktu, menjadi tempat singgah para insan penikmat kopi .

    Pocong cepek, sosoknya 'menghantui' gentayangan di persimpangan Jalan Kutisari, Surabaya. Selama 23 tahun sejak 1998, Ia setia berdiri di persimpangan jalan raya itu. Menghalau panas terik matahari, berlindung di balik kostum nyentriknya.

    Salah satu Selat Solo yang legendaris ialah Warung Mbak Lies. Ada sejak 1987, citarasa Selat Solo Mbak Lies selalu membekas di ingatan. Tempatnya yang unik dengan beragam keramik, membuat pengunjung rindu dan ingin mampir lagi.

    Sudah ada sejak tahun 1990, Skilot kini menjadi atraksi tahunan. Tradisi ini juga menjadi wisata pantai khas Ledok. Skilot menjadi warisan budaya tak benda Indonesia yang tetap lestari hingga kini

    Museum saat malam hari lekat dengan stigma menyeramkan. Komunitas Malam Museum Yogyakarta pun mengubah pandangan itu. Menjelajah museum saat malam hari pun tak menyeramkan justru sangat asyik.

    Umumnya selancar memang di laut dengan ombak yang dahsyat. Namun, di Tanah Pasuruan Jawa Timur berselancar tak perlu mencari ombak besar. Cukup dengan lumpur yang ada di tepi pantai. Tak hanya sekedar permainan belaka, Skilot merupakan tradisi di Pasuruan yang dilaksanakan setiap Lebaran Ketupat.

    Layaknya Miss Universe, sapi-sapi betina harus berjalan di sebuah pintasan khusus. Jalannya pun harus kompak dan berirama dengan iringan musik gamelan. Selain kekompakan, kecantikan sapi betina menjadi nilai penting dalam kontes ini.

    Patung Yesus ini berdiri kokoh pada puncak Bukit Buntu Burake, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tingginya mengalahkan patung Yesus terbesar di Brasil Christ the Redeemer di Rio de Janeiro.

 |<<    4  5  6  7  8  9  10    >>|