Merdeka.com tersedia di Google Play


Tidak membeda-bedakan kasta, Sunan Gresik banyak pikat fakir miskin
Reporter : Moch. Andriansyah | Kamis, 2 Juli 2015 15:08




Tidak membeda-bedakan kasta, Sunan Gresik banyak pikat fakir miskin
Sunan Gresik. ©istimewa

Merdeka.com - Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik dikenal sebagai dewa penolong para fakir miskin. Wali yang disebut sebagai Kakek Bantal ini, mengajarkan perbedaan manusia itu terletak pada nilai ketakwaan kepada Allah buka pada tingkat sosial semata.

"Syekh Maulana Malik Ibrahim sangat pandai bergaul. Sifatnya lemah lembut, welas asih dan ramah-tamah kepada siapapun, baik sesama muslim atau dengan nonmuslim, baik orang miskin maupun kaya, sehingga mudah diterima masyarakat," terang salah satu pengurus Makam Sunan Gresik, Abdul Wahab kepada merdeka.com, Kamis (2/7).

Sikap Sunan Gresik inilah yang membuat masyarakat dari kasta sudra dan waisya merasa dibela dan dikembalikan haknya sebagai manusia utuh. "Sehingga, mereka dengan suka-cita memeluk Islam tanpa adanya paksaan," ucapnya.

Kepribadian dan ketinggian akhlak mulia Sunan Gresik membuat dirinya makin disegani. Masyarakat yang masih beragama Hindu dan Buddha makin bersimpati dan ingin belajar Islam lebih dalam.

"Dalam mengajarkan ilmu agama, Syekh Maulana Malik Ibrahim tidak menjelaskan Islam secara njelimet (rumit), tapi dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami orang awam," ungkap warga Lamongan tersebut.

Ketika berhadapan dengan rakyat jelata yang ingin belajar Islam, kepada orang awam dibimbingnya melalui ilmu bercocok tanam. Sunan Gresik atau Kakek Bantal mengajarkan si orang awam dari golongan rakyat jelata itu cara mengolah tanah agar menuai hasil yang baik.

"Setelah itu, diajaknya si orang awam untuk bersyukur kepada sang pemberi rezeki, yaitu Allah. Beginilah cara beliau mengenalkan Allah kepada masyarakat awam," ucap Wahab.

Wahab menyampaikan, sepak terjang Kakek Bantal ini, bisa dilihat pada batu nisannya. Pada nisan makam Sunan Gresik di Gapura Sukolilo, Kecamatan Kota Gresik terdapat tulisan huruf Arab yang berbunyi,

"Inilah makam almarhum almaghfur, yang berharap rahmat Tuhan, kebanggaan para pangeran, para sultan dan para menteri, penolong para fakir dan miskin, yang berbahagia lagi syahid, cemerlangnya simbol negara dan agama, Malik Ibrahim yang terkenal dengan Kakek Bantal. Allah meliputinya dengan rahmat-Nya dan keridhaan-Nya, dan dimasukkan ke dalam surga. Telah wafat pada hari Senin 12 Rabiul Awal tahun 822 H."

"Itulah bunyi tulisan yang terdapat dalam batu nisan beliau. Ini menandakan, Syekh Maulana Malik Ibrahim adalah orang mulia dan menjadi sahabat kaum fakir dan miskin pada zamannya," pungkas Wahab.

[rep]



Komentar Anda


READ MORE


Back to the top

LATEST UPDATE