Merdeka.com tersedia di Google Play


Tanggal 29 Ramadan, saksi palsu hilal ditangkap & penyuap diarak
Reporter : Mustiana Lestari | Rabu, 15 Juli 2015 06:07




Tanggal 29 Ramadan, saksi palsu hilal ditangkap & penyuap diarak
Ilustrasi Narapidana. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Ada dua kejadian di tanggal 29 Ramadan yang dapat menjadi bahan renungan di bulan suci ini. Kejadian pertama adalah suap oleh Ahmad bin Akhi pada 29 Ramadan 902 Hijriah. Ahmad memberikan suap senilai 50 dinar kepada hakim agung yang disebut dengan Qadhi Qudhat.

Seperti yang disampaikan Ali bin Yusuf Al-Bashrawi dalam kitabnya, Saat ahmad meletakkan uang tersebut di bangku sang hakim. Sang hakim berkata, "Orang ini memberiku uang 50 dinar agar aku memutuskan hukum yang berpihak kepadanya," kata sang Qadhi dikutip dalam Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadan, Selasa (14/7).

Segera saja Ahmad dibawa kepada kepala pemerintahan daerah. Ahmad kembali melakukan suap sata hendak menjalani hukuman pukul. Kepala pemerintahan itu mengembalikan Ahmad kepada Qadhi.

"Qadhi memukul Ahmad dan memerintahkan agar dia diarak biar semua orang tahu apa yang dilakukannya. Mereka menaikkan Ahmad ke binatang bagal dalam posisi terbalik lalau membawanya mengelilingi kota mulai dari gedung Akhnai sampai penjara," kata Abdurrahman Al-Baghdady dalam buku tersebut.

Penegakan kezaliman juga dilakukan oleh Qadhi lainnya yang bernama Ibnu Abdullah bin Ibrahim. Saat itu tepat di tanggal 29 Ramadan 1292 Hijriah, beberapa saksi mengatakan kepada Qadhi bahwa mereka melihat hilal bulan Syawal sebagai penanda masuknya Hari Raya Idul Fitri.

An-Nashiri berkata saat itu Qadhi menulis kesaksian itu dan mengirimkannya kepada sultan. "Keesokannya sultan berhari raya, begitu juga penduduk Adwatain di Fas dan sejumlah besar penduduk Maroko yang hadir bersama sultan,".

Namun sejumlah ahli falaq ragu, mereka mulai mengecek kembali keberadaan hilal. Benar saja para ahli falaq tidak menemukan bekas kemunculan hilal. Sultan langsung memerintahkan agar penduduknya kembali berpuasa.

"Setelah terbukti kedustaan para saksi tersebut, mereka dipenjara dan dibebaskan setelah beberapa waktu berlalu," tutup An-Nashiri.

[rep]



Komentar Anda


READ MORE


Back to the top

LATEST UPDATE