Merdeka.com tersedia di Google Play


Setelah debat terbuka, satu desa di Filipina putuskan menjadi mualaf
Reporter : Mustiana Lestari | Kamis, 16 Juli 2015 09:13




Setelah debat terbuka, satu desa di Filipina putuskan menjadi mualaf
Satu Desa Umat Kristiani ikrarkan Syahadat. ©facebook.com/Mualaf.com

Merdeka.com - Dua bulan lalu hidayah turun kepada warga desa di Hagonoy Bulacan, Filipina. Tepatnya pada 24 Mei 2015, ratusan orang, dari orang dewasa samapi anak-anak mengucapkan kalimat syahadat.

Mereka semua bersumpah bahwa Allah adalah tuhan yang esa dan Muhammad adalah utusan Allah. Dibimbing ustaz Mohammed Yousef Pamintuan, warga desa yang mayoritas pemeluk agama Nasrani itu juga berikrar bahwa Isa adalah utusan Allah semata.

Sebelum penduduk di desa tersebut memutuskan memeluk Islam, Komunitas Mualaf Dakwah Symposium di Hagonoy Bulacan berdialog kepada mereka. "Di dalamnya banyak mantan pendeta dan misionaris mengadakan dialog terbuka yang membukakan pintu hidayah satu desa mayoritas Kristiani untuk kembali kepada fitrahnya yaitu mengimani Diinul Islam," kutip laman resmi mualaf center, Selasa (14/7).

Dalam video berdurasi kurang dari 1 menit tersebut, tampak Ustaz Mohammed Yousef Pamintuan berdiri di atas panggung memimpin warga desa untuk bersama-sama bersyahadat. Warga desa berdiri dan megikuti apa yang disampaikan ustaz tersebut lalu kemudian duduk kembali untuk menerima nasehat dari sang ustaz.

[rep]



Komentar Anda


READ MORE


Back to the top

LATEST UPDATE