Merdeka.com tersedia di Google Play


Pesona alunan gamelan Sunan Bonang buat masyarakat memeluk Islam
Reporter : Dieqy Hasbi Widhana | Kamis, 9 Juli 2015 20:50




Pesona alunan gamelan Sunan Bonang buat masyarakat memeluk Islam
Sunan Bonang. ©istimewa

Merdeka.com - Sunan Bonang adalah salah seorang Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di pesisir utara laut Jawa. Ketika berdakwah wali yang bernama asli Raden Maulana Makdum Ibrahim ini, kerap mengandalkan kesenian rakyat untuk menarik simpati masyarakat.

"Sunan Bonang sebenarnya sama dengan wali yang lain. Cuma termasuk sesepuh yang dituakan. Ajarannya masih mengedepankan adat Jawa. Cukup populer masuk di wilayah Tuban. Perlu diteladani tutur kramanya untuk masuk kehidupan Tuban menyesuaikan budaya setempat. Budaya Arab kan enggak bisa langsung dimasukkan begitu saja ke Jawa," kata seorang pengujung makam Sunan Bonang dari Bojonegoro, Anwar ketika ditemui di Kompleks Makam Sunan Bonang, Tuban, Jawa Timur, Selasa (2/6).

Sunan Bonang tidak memaksa budaya Arab berakulturasi dan masuk kepada masyarakat setempat. Dia justru menyesuaikan kultur masyarakat pada era itu. Sebagai contoh, dia mengubah ayat-ayat Alquran yang berbahasa Arab menjadi syair lagu berbahasa Jawa.

Biasanya ketika menyanyikan kidung yang sarat pitutur dan filosofis, Sunan Bonang selalu mengiringinya dengan lantunan gamelan yang terdiri dari alat musik bonang dan sebagainya. Tembang-tembang yang diajarkan Sunan Bonang adalah tembang yang berisikan ajaran agama Islam. Oleh karena itu, secara tidak langsung para penduduk belajar ilmu Islam melalui lirik lagu dan musik.

"Banyaklah cara menyampaikan ajaran Islam. Ada syair Tombo Ati Sunan Bonang yang menjadi kebiasaan bacaan para santri-santri atau kyai. Sekarang ini yang banyak punya puisi dan sajak kan Gus Mus. zaman dulu itu mau menyampaikan sesuatu bisa lewat sajak, syair, puisi, dan sebagainya," ungkap Juru Kunci Makam Sunan Bonang, Abdul Muchith ketika di temui di kompleks makam Sunan Bonang, Tuban, Jawa Timur, Selasa (2/6).

Sunan Bonang memang dikenal sebagai seorang wali yang mempunyai cita rasa seni yang tinggi. Dengan strategi penyampaian pemikiran semacam itu memiliki pengaruh yang kuat. Konon setiap Sunan Bonang membunyikan Bonang, sebagian besar penduduk langsung riuh berdatangan. Mereka sangat antusias mendengar lantunan tembang diiringi alunan bonang.

Hal tersebut tidak langsung diterima masyarakat. Ada banyak rintangan dan prosesnya panjang. Selain itu,Sunan Bonang juga dikenal baik hati dan cekatan membantu orang yang membutuhkannya.

"Perjuangannya yang tak kenal lelah harus diteladani. Sulit atau lelah itu dianggap hal biasa. Kapan saja dan di mana saja beliau siap dimintai tolong. Kita harus meneruskan perjuangan beliau, agar perjuangan itu hidup terus sampai kiamat," tutur Abdul Muchith.

[rep]



Komentar Anda


READ MORE


Back to the top

LATEST UPDATE