Merdeka.com tersedia di Google Play


Jelang Ramadan, makam Uje dibanjiri peziarah
Reporter : Desi Aditia Ningrum | Senin, 6 Juni 2016 06:00




Jelang Ramadan, makam Uje dibanjiri peziarah
Peziarah makam Uje. ©2016 merdeka.com/desi aditia ningrum

Merdeka.com - Menjelang bulan suci Ramadan, umat muslim berbondong-bondong melakukan tradisi ziarah ke makam orang tua, sanak saudara hingga para tokoh. Hal itu juga terlihat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Tengsin, Jakarta Pusat yang ramai dikunjungi warga.

Salah satu yang ramai penziarah juga nampak di pusara Ustaz Jefri Al Bukhori (Uje). Uje sosok yang hingga saat ini masih dikenang lewat dakwahnya. Oleh karena itu, banyak warga dari berbagai daerah yang berziarah hanya untuk mendoakan ustaz gaul tersebut.

"Tadi ada yang datang dari Kalimantan," kata ibunda Uje, Umi Tatu, di TPU Karet Tengsin, Sabtu (5/6).

Pria yang meninggal pada tanggal 26 April 2013 itu, dikenal sebagai pendakwah yang merangkul orang dari berbagai kalangan. Isi dakwah yang disampaikannya pun dinilai mudah dipahami oleh pendengar.

"Uje itu masuk ke siapa aja. Saya termasuk orang yang mengaguminya karena menurut saya ceramahnya lebih enak dari pada yang lain," ungkap Iwan (52), yang berziarah ke makam Uje.

Dia mengaku merasa kehilangan Uje, karena hingga saat ini belum ada pendakwah yang bisa menggantikannya.

Sementara itu, seorang wanita yang berjualan es di sekitar makam Uje mengatakan, dirinya ketiban rezeki kala menjelang datangnya Ramadan. Sebab, makam Uje tak pernah sepi pengunjung setiap harinya.

"Saya dari dua minggu menjelang puasa dagang di sini makam Uje selalu ramai. Apa lagi hari ini ramai banget, dan Alhamdulillah pendapatannya pun banyak," jelasnya.

Baca juga:
Ki Sunan Sunhaji, merawat tradisi dakwah ala Sunan Kalijaga
Cerita para tukang ngaji dadakan di TPU Karet jelang Ramadan
Sunu, berpaling dari yang fana demi akhirat

[hhw]



Komentar Anda


READ MORE


Back to the top