Merdeka.com tersedia di Google Play


Jelang lebaran, Pemprov DKI akan gelar razia parsel
Reporter : Vincent Asido Panggabean | Senin, 23 Juli 2012 15:56




Jelang lebaran, Pemprov DKI akan gelar razia parsel
Parsel. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar razia terpadu terhadap sejumlah pusat perbelanjaan, baik pasar tradisional maupun pasar modern. Hal ini untuk mencegah peredaran parsel yang berisi makanan dan minuman kedaluwarsa menjelang perayaan lebaran.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Ratna Ningsih mengatakan, razia yang akan digelar merupakan tindakan memberikan perlindungan bagi konsumen dalam mengonsumsi makanan dan minuman pada hari raya lebaran, sehingga konsumen tidak rentan terkena penyakit yang ditimbulkan dari makanan minuman tersebut.

"Sekarang kami sedang rapat mengenai waktu pelaksanaan pengawasan makanan minuman tersebut. Sebenarnya ini bukan razia, lebih tepat dibilang tindakan pengawasan terhadap peredaran makanan dan minuman ilegal di Jakarta menjelang lebaran," ujar Ratna, di Jakarta, Senin (23/7).

Menurutnya, razia tersebut nantinya akan dilakukan di lima wilayah DKI Jakarta secara intensif di pasar tradisional dan modern seperti hypermarket, mal, supermarket dan minimarket. Namun hingga kini, Dinas KUMKMP DKI belum bisa menentukan titik-titik lokasi razia parsel tersebut. Hal ini karena pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak Polda Metro Jaya dalam pembentukan tim pengawasan terpadu.

"Kami sedang membentuk tim terpadu yang akan turun ke lima wilayah. Tim ini akan memonitor dan melihat apakah ada makanan minuman ilegal dijual di pasar modern dan tradisional. Artinya ilegal adalah makanan dan minuman tersebut tidak berlabel resmi dan tidak tercantum masa kedaluwarsa," jelasnya.

Dia mengatakan, bila nantinya dalam pelaksanaan razia tersebut ditemukan adanya makanan dan minuman tidak berlabel, atau tidak ada keterangan unsur produk dalam label dan tidak tercantum masa kedaluwarsanya, maka pihaknya akan menarik produk tersebut dari peredaran sehingga tidak dapat dijual belikan. Hingga saat ini, belum ada pihak pedagang yang diberikan sanksi pidana terhadap penjualan produk makanan dan minuman ilegal.

"Selama ini sanksinya hanya penarikan produk makanan dan minuman dari tempat penjualannya. Dan selama ini para pedagang itu patuh untuk menarik produk tersebut dari peredaran dan tidak pernah menjualnya lagi. Jadi selama ini tidak pernah ada pedagang yang dikenakan sanksi pidana. Tetapi kalau dia kedapatan menjual terus maka kita kenakan sanksi pidana," tegasnya.

Ratna menegaskan, pelaksanaan razia parsel lebaran tersebut merupakan kegiatan yang rutin dilakukan menjelang perayaan lebaran, natal dan tahun baru.

"Arah razia makanan dan minuman ini bukan untuk menghukum pengusaha, melainkan untuk menghidarkan masyarakat salah beli barang yang ternyata ilegal. Kalau tahun lalu, razia digelar dengan menurunkan tim pengawasan makanan kadaluarsa yang terdiri dari petugas dinas," pungkasnya.

[ren]


Komentar Anda


READ MORE


Back to the top