Merdeka.com tersedia di Google Play


Jadi tempat ziarah, makam para Wali tingkatkan ekonomi warga sekitar
Reporter : Parwito, Dieqy Hasbi Widhana | Rabu, 15 Juli 2015 16:00




Jadi tempat ziarah, makam para Wali tingkatkan ekonomi warga sekitar
Makam Sunan Bonang. ©2015 merdeka.com/dieqy hasbi widhana

Merdeka.com - Sudah beratus tahun para Wali Songo wafat, namun mereka tetap meninggalkan manfaat bagi para pengikut dan warga sekitar. Manfaat yang paling terasa adalah pesatnya ekonomi warga sekitar karena hampir setiap hari ratusan sampai ribuan peziarah datang ke makam para wali.

Sebagai contoh, di makam Sunan Kudus di Desa Colo, Kecamatan Colo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hampir setiap harinya dipadati kios, warung makan, jasa pengelolaan toilet, tukang ojek, pedagang asongan, pedagang kerajinan dan sebagainya.

Penghasilan pedagang dalam setiap harinya di saat ramai pengunjung seperti bulan Syaban (sebelum Ramdan tiba) dan 5 Muharam disaat digelarnya ritual Buka Luwur, rata-rata pendapatan para pedagang perharinya mencapai Rp 1 juta sampai Rp 2 juta.

"Jika di hari-hari biasa kami rata-rata mendapatkan pemasukan antara Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per harinya," ungkap Saiful salah seorang pedagang saat ditemui merdeka.com di tokonya, Selasa (14/7).

Begitu para tukang becak yang biasa mangkal di Kompleks Wisata Religi Sunan Bonang, Tuban, Jawa Timur. "Ya ini Mas, kalau ke mana-mana harus becak. Enggak ada kendaraan umum atau taksi di sini," kata Seorang tukang becak, Sutomo (60).

Dalam sehari bekerja atau sekitar 7 jam dia bisa mendapat penghasilan sebesar Rp 120 ribu. "Kalau bulan puasa bisa panen. Orang kan mudah lelah, jadi ke mana-mana becak laku. Tapi tukang becaknya juga tambah sedikit, enggak lebih dari 250," ungkapnya.

Untuk memikat para pelanggan, Sutomo dan penarik becak lain mempercantik tampilan becaknya. Ada yang dicat warna-warni, diberi lampu, bahkan ada yang di bagian bawahnya dipasang pengeras suara.

[rep]



Komentar Anda


READ MORE


Back to the top

LATEST UPDATE