Tiga Faktor Pertimbangan Masyarakat Sebelum Beli Rumah

Minggu, 26 Juli 2020 17:00 Reporter : Merdeka
Tiga Faktor Pertimbangan Masyarakat Sebelum Beli Rumah perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Merdeka.com - Survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020 mencatat bahwa 92 persen responden menyatakan bahwa besarnya cicilan bulanan menjadi faktor utama ketika ditanya hal apa yang dipertimbangkan ketika mereka akan mengambil KPR.

Kemudian, faktor kedua yang menjadi pertimbangan utama adalah jangka waktu kredit dinyatakan oleh 83 persen responden. Sedangkan faktor ketiga yaitu tingkat suku bunga KPR yang dinyatakan oleh 73 persen responden.

Tiga faktor utama tersebut serupa dengan hasil survei di periode sebelumnya. Rumah.com Consumer Sentiment Study ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura.

"Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 1007 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada bulan Januari hingga Juni 2020. Survei ini dilakukan oleh Rumah.com," ucap Country Manager Rumah.com, Marine Novita dikutip keterangannya di Jakarta, Minggu (26/7).

Masih berkaitan dengan tingkat suku bunga KPR, Marine menjelaskan bahwa masyarakat berharap pemerintah mengambil tindakan dan kebijakan terkait lainnya terutama untuk mendorong transaksi pembelian dan penjualan properti. Mayoritas responden atau sejumlah 90 persen menginginkan pemerintah untuk menurunkan suka bunga KPR agar cicilan bulanan bisa lebih ringan.

Kebijakan ini diinginkan oleh lebih banyak responden dibandingkan penurunan besaran uang muka pembelian properti yang diambil ketika krisis sekarang yang dinyatakan oleh 72 persen responden. Hanya 29 persen responden yang ingin pemerintah bisa menunda pembayaran cicilan selama pandemi.

"Terkait situasi pandemi Covid-19, hanya 1 dari 3 atau 32 persen responden menyatakan kepuasannya terhadap tindakan dan kebijakan pemerintah untuk menstabilkan pasar properti khususnya dalam situasi krisis seperti sekarang ini. Sementara 24 persen responden menyatakan ketidakpuasannya terhadap kebijakan pemerintah saat ini. Oleh karena itu secara umum masyarakat mengharapkan pemerintah mengeluarkan kebijakan sehingga bisa menurunkan suku bunga KPR dan menurunkan besaran uang muka," jelas Marine.

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 15-16 Juli 2020 lalu telah memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,00 persen. Penurunan BI7DRR menjadi 4,00 persen ini tercatat sebagai rekor suku bunga acuan terendah sepanjang sejarah, bahkan sejak adanya BI7DRR. Kebijakan ini diambil bank sentral sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Marine menyambut baik kebijakan tersebut yang diharapkan bisa menggairahkan perekonomian nasional yang belakangan ini dalam kondisi negatif termasuk industri properti nasional. Kebijakan penurunan BI7DRR menjadi 4,00 persen menjadi angin segar untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis properti yang sedang mengalami stagnasi di tengah pandemi Covid-19.

"Adanya penurunan suku bunga BI7DRR menjadi 4,00 persen diharapkan bisa menjadi stimulus bagi industri properti Indonesia terutama dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi konsumen yang akan membeli hunian. Kalangan perbankan diharapkan bisa segera menyesuaikan suku bunga KPR dengan Suku Bunga Acuan BI sehingga minat masyarakat untuk membeli rumah dengan memanfaatkan KPR tetap terjaga di tengah pandemi ini," tegasnya.

Marine menambahkan bahwa secara historis, langkah BI menurunkan suku bunga acuannya memang tidak langsung diikuti oleh kalangan perbankan untuk menyesuaikan suku bunga KPR, sehingga walaupun suku bunga BI sudah turun namun industri properti nasional tidak bisa segera langsung merasakan dampak positifnya khususnya dalam hal transaksi pembelian properti dengan menggunakan KPR.

Baca Selanjutnya: Besaran Uang Muka...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Properti
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini