Yusril lebih memilih kotak kosong daripada harus dukung Jokowi

Senin, 7 Mei 2018 17:43 Reporter : Arie Sunaryo
Yusril lebih memilih kotak kosong daripada harus dukung Jokowi Yusril dampingi tersangka Syafruddin Arsyad ke KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, mengatakan partainya tak akan mendukung Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 mendatang. Bahkan dia menegaskan jika dirinya lebih memilih kotak kosong jika pada akhirnya Jokowi maju sebagai calon tunggal.

Pernyataan Yusril tersebut disampaikan kepada wartawan seusai menjadi pembicara pada acara Musyawarah Nasional Umat Islam untuk Konstitusi di Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Senin (7/5).

Yusril mengaku, hingga saat ini partainya belum pernah menjalin komunikasi dengan PDIP. Pembicaraan antar partai selama ini hanya dilakukan dengan Partai Gerindra, PAN dan PKS.

"Kami lebih memilih mendukung alternatif calon lainnya. Kami tidak akan mendukung (Jokowi). Kalau Pak Jokowi calon tunggal, kita pilih dukung kotak kosong," ujar Yusril sembari tertawa.

Lebih lanjut Yusril menyampaikan, untuk calon presiden, pihaknya sudah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh di antaranya Prabowo Subianto dan mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. Menurutnya, ada tim tersendiri yang bertugas khusus untuk menjalin komunikasi dengan para tokoh potensial.

"Baik secara langsung maupun tidak langsung ada tim yang bicara dengan Pak Prabowo, Gatot," katanya.

Selain calon presiden, Yusril juga menyinggung soal presidential threshold yang mengharuskan capres didukung 20 persen suara di parlemen. Regulasi tersebut dinilainya bisa membuat calon baru yang potensial, kesulitan maju dalam Pilpres 2019.

"Kalau saja regulasi tentang presidential threshold itu dibuka, kita bisa menghasilkan calon presiden potensial yang lebih baik," pungkas Yusril. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini