Yenny Wahid Sebut Pilpres 2019 Seperti Suhu Bumi, Ada Pemanasan Global

Selasa, 9 April 2019 12:04 Reporter : Arie Sunaryo
Yenny Wahid Sebut Pilpres 2019 Seperti Suhu Bumi, Ada Pemanasan Global Yenny Wahid di Solo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pencoblosan Pemilu 2019 baik Pileg maupun Pilpres tinggal 8 hari lagi. Tak dapat dipungkiri, suhu politik semakin memanas di antara kedua kubu paslon. Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid mengatakan, suhu politik saat ini layaknya suhu bumi yang terjadi pemanasan global.

Menurut dia, kondisi tersebut berbahaya jika terus dibiarkan. Pernyataan tersebut dikemukakan Konsorsium Kader Gus Dur Yenny Wahid disela acara 'Doa Bersama Untuk Pemenangan Jokowi Ma'ruf" di De Tjolomadoe, Solo, Selasa (9/4).

"Pemilu kali ini sedikit istimewa, kenapa? karena seperti suhu bumi. Ada pemanasan global dan juga ada pemanasan suhu. Jadi ada ketegangan-ketegangan yang kita rasakan di tengah masyarakat. Itu semua harus kita redam," ujar Yenny.

Suhu panas tersebut, menurut dia, harus segera diredam dengan doa agar tidak semakin membahayakan.

"Ketegangan itu harus segera kita redam. Caranya ya dengan energi doa. Kalau doa kita tulus, akan membawa kesejukan. Sebagai pendukung, doa saya tentu agar, paslon 01 menang, agar Indonesia aman," katanya.

Yenny juga berharap agar yang kalah dalam Pilpres nanti bisa bersikap legowo. Artinya bisa menerima hasil apapun dengan ketulusan hati.

Ketua Panitia Doa Bersama Tuty Adib menyampaikan, kegiatan tersebut dihadiri oleh 7 ribu peserta. Di antaranya dari Muslimat NU se-Solo Raya, Jamuri Jamuro, Banser, Konsorsium Relawan Gusdur serta 70 organisasi relawan.

"Acara ini merupakan sedekah doa kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf agar menang dalam Pilpres nanti," pungkas Tuty. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini