Yasonna Soal Pelesiran Setnov: Ada Kelalaian di Petugas Saya

Selasa, 18 Juni 2019 07:02 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Yasonna Soal Pelesiran Setnov: Ada Kelalaian di Petugas Saya Menkumham Gelar Rapat dengan Komisi III DPR RI. ©Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tak masalah bila ada pihak yang ingin dirinya mundur terkait terpidana kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto (Setnov) yang terciduk pelesiran di luar penjara. Menurutnya wajar, bila para pihak protes kepadanya.

"Boleh aja, siapa aja boleh melakukan itu (ingin saya mundur jadi menteri)," kata Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6).

Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan kelihaian Setnov yang mencari celah disela aktivitasnya berobat. Kemudian, petugas juga lengah mengawasi eks ketua DPR itu.

"Itu ini memang beliau kan mencoba mencari celah, padahal protap sudah ada. Memang ada kelalaian di petugas saya, mengapa diizinkan dia tanpa pengawasan sampai ke bayar bill," ucapnya.

"Artinya protap sudah ada, dia (petugas) merasa 'udahlah kalau bayar bill aja enggak apa-apa' rupanya kita tahu belakangan sudah ada mobil menunggu, memang sudah direncanakan tampaknya juga," sambung politisi PDIP itu.

Mestinya, kata Yasonna, Setnov tidak berulah dan membuat para petugas menjadi korban sehingga dikenakan sanksi. Dia ingin Setnov sadar sebagai mantan pejabat dan orang berpendidikan.

"Dia korbankan orang lain lagi, dulu dokter korban lagi kan, jadi maunya jangan begitulah, kita sebagai orang-orang yang sudah punya pendidikan punya ini, lihat juga jangan sampai kita mengorbankan orang lain, ini si anak (petugas) kan jadi korban," tegasnya.

Diketahui, beredar foto Setya Novanto pelesiran di luar penjara. Setelah ditelusuri, dia berada di sebuah tokoh bangunan daerah Bandung,Jawa Barat. Sebelumnya, Setnov pergi ke rumah sakit bersama petugas pengawalan.

Usai diperiksa di lantai atas RS, Setnov meminta petugas menunggu dan dirinya ke bawah untuk membayar biaya administrasi rumah sakit. Setnov pun kabur dan petugas lalai mengawasi karena tak menemani politikus Golkar itu bayar administrasi rumah sakit. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini