Yakin tak salah, Timses Asyik sesalkan tindakan kasar di debat Pilgub Jabar

Selasa, 15 Mei 2018 13:04 Reporter : Merdeka
pasangan Asyik pamerkan kaus 2019 ganti presiden di debat pilgub jabar. ©2018 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Ketua Tim Kampanye Sudrajat-Syaikhu (Asyik) Haru Suandharu memberikan klarifikasi atas insiden kaus #2019GantiPresiden yang diperlihatkan Cawagub nomor 3 Syaikhu saat pernyataan penutup debat Pilgub Jabar Jilid 2, Senin (14/5) malam.

Imbasnya, massa pendukung yang hadir saling mengamuk dan mengeluarkan kata-kata kasar menghujat satu dan lainnya.

"Pasangan Asyik berkeyakinan bahwa apa yang disampaikan di penutupan debat publik kedua merupakan suatu hak kebebasan berekspresi dan dijamin oleh konstitusi UUD 1945," kata dia lewat siaran pers diterima, Selasa (15/5).

Menurut Timses Asyik, pesan #2019GantiPresiden merupakan aspirasi sebagian masyarakat Jawa Barat yang menghendaki pergantian kepemimpinan nasional, dan selaku calon pemimpin Jawa Barat hal itu wajib untuk disuarakan.

"Pasangan Asyik tidak memiliki intensi apapun selain menyampaikan aspirasi masyarakat Jawa Barat. Kami selalu berkomitmen untuk terus mengikuti rangkaian Pemilukada Serentak 2018," Haru menegaskan.

Karenanya, keributan massa ditampilkan pada Debat Publik Kandidat kemarin, sangat disayangkan oleh Timses Asyik. Menurutnya, kehadiran oknum massa pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat mengedepankan rasa emosi ketimbang demokrasi.

"Jadi kami menyayangkan tindakan kasar yang dilakukan oleh oknum pendukung dan kami meminta Bawaslu Provinsi Jawa Barat bertindak netral dan tidak terpengaruh berbagai tekanan yang hendak memprovokasi pelaksanaan pemilhan Gubernur Jawa Barat yang aman dan damai," tutup siaran pers tersebut.

Diberitakan sebelumnya, kericuhan terjadi saat debat publik putaran kedua di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok. Closing statement pasangan nomor tiga yaitu Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) diakhiri dengan membentangkan kaus bertulisan 2018 Asyik menang 2019 Ganti Presiden.

Sontak hal itu membuat pendukung pasangan lain geram. Hal itu membuat pasangan nomor urut empat yaitu Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi terhalang untuk menyampaikan closing statement.

Melihat reaksi para pendukungnya itu, TB Hasanuddin pun angkat bicara. Dia berupaya menenangkan para pendukungnya yang ada dalam Balairung UI Depok.

"Sudah tenang. Kita selesaikan nanti. Jangan terpancing," kata TB Hasanuddin atau biasa disapa Kang Hasan, Senin (14/5).

Berkali-kali Kang Hasan berusaha menenangkan para pendukungnya itu. Namun tetap saja mereka bersorak. Hingga akhirnya para pendukung mau mendengarkan imbauan Kang Hasan.

"Walaupun ini bukan forum capres, saudara tetap tetang, ini pemilihan gubernur, belum masuk pada capres. Jadi mohon saudara tenang," tegasnya.

Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Yayat Hidayat menambahkan, jika ada yang dipersoalkan akan diselesaikan di luar forum. "Kita punya Bawaslu, kita bisa selesaikan dengan baik. Tolong pada masing-masing tim kampanye untuk bisa menahan diri," kata Yayat.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini