Wasekjen PAN Nilai Desakan Mundur pada Amien Rais untuk Memecah Belah Internal

Rabu, 26 Desember 2018 14:48 Reporter : Sania Mashabi
Wasekjen PAN Nilai Desakan Mundur pada Amien Rais untuk Memecah Belah Internal Amien Rais di kediaman Dufi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partoanan Daulay angkat bicara mengenai desakan mundur beberapa pendiri PAN terhadap Amien Rais dari dunia politik. Menurutnya desakan mundur itu bertujuan untuk memecah belah PAN.

"Surat terbuka yang disampaikan kepada Amien Rais dinilai tidak kontekstual dan sarat dengan kepentingan politik jangka pendek. Surat itu jelas bertujuan untuk memecah belah konsentrasi PAN dalam menghadapi pemilu, khususnya pilpres yang akan datang," kata Saleh kepada wartawan, Rabu (26/12).

PAN, lanjut Saleh, tidak akan menganggap serius surat terbuka tersebut. Sebab, kata dia, terdapat keganjilan dari surat itu.

"Surat tersebut ditulis dan ditandatangani oleh mereka yang sudah lama sekali tidak aktif dan tidak mengikuti isu dan arah perjuangan politik PAN. Karena itu tidak jelas landasan dan pijakan mereka dalam menulis surat tersebut," ungkapnya.

Dia mengatakan, surat itu juga ditandatangani oleh salah seorang yang sudah mengundurkan diri dari PAN sejak 15 Mei 2014. Saleh juga menilai permintaan mundur itu melanggar Undang-undang Dasar 1945.

"Sebagai orang yang sudah mengundurkan diri, tentu sangat tidak tepat jika ikut campur lagi urusan PAN," ungkapnya.

Dia menegaskan selama ini Amien Rais juga tidak pernah terlibat langsung dalam pengambilan keputusan di internal PAN. Menurutnya, Amien Rais justru sering dimintai pendapat oleh DPP PAN.

"Secara kepartaian, Amien Rais tidak terlibat langsung dalam mengurus dan mengambil keputusan di PAN. Malah justru sebagai ketua dewan kehormatan, para penguruslah yang sering meminta pendapat dan nasihat beliau," ucapnya.

Karena itu, Saleh meminta semua pihak untuk tidak terpengaruh dengan desakan mundur terhadap Amien Rais tersebut dan menjadikan desakan ini sebagai motivasi.

"Kepada seluruh kader dan simpatisan diminta untuk tidak terpengaruh. Kerja keras dan cerdas harus terus dilakukan. Bahkan kejadian seperti ini haruslah dijadikan sebagai motivasi untuk meraih kemenangan," tandasnya. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini