Wasekjen Hanura ingatkan Amien Rais tak perlu anti asing

Rabu, 15 November 2017 12:09 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Amien Rais di sidang Buni Yani. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais kembali menyindir pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Amien melihat gelagat pemerintah yang terkesan main jual aset negara ke luar negeri. Kekayaan yang dimiliki Indonesia, menurut Amien, perlahan mulai dijual ke asing.

Menanggapi hal itu, Wasekjen Hanura Tridianto melihat, tak ada yang perlu dikhawatirkan tentang kerja sama Indonesia dengan negara lain. Tak perlu diartikan bahwa kerja sama dengan China ataupun negara lain disebut menjual aset negara.

"Kerjasama dengan pihak asing itu bukan sekarang saja. Sejak dulu. Tidak ada pemerintahan sejak masa Bung Karno yang tidak kerja sama dengan pihak asing. Yang penting kan bisa bermanfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat," kata Tri saat dihubungi merdeka.com, Rabu (15/11).

Tri mencontohkan, kerja sama antara Amerika dengan Indonesia dalam bentuk pengerukan tambang emas di Papua. Saat ini, pemerintah telah memaksa PT Freeport untuk divestasi saham.

"Sekarang Pemerintah bisa memaksa Freeport untuk divestasi sahamnya 51 persen. Apa ini bukan hal yang baik? Tidak usah anti asing. Yang penting asing itu membawa manfaat. Seperti enggak perlu benci tetangga dekat atau tetangga jauh. Yang penting tetangga itu tidak memusuhi kita dan tidak merugikan kita," kata Tri.

Amien Rais usai memperingati hari pahlawan pada Senin 13 November 2017 lalu, menyindir pemerintah.

"Terus terang saya tadi menyindir (dalam pidato saat upacara). Bangsa ini sudah mulai dijual. Kekayaannya pelan-pelan tapi pasti mulai dijual," terang Amien.

Amien mengatakan, bahwa pemerintah saat ini tahu kondisi tersebut. Tetapi, lanjut Amien pemerintah pura-pura tidak tahu.

"Anda tahu? 85 Persen hasil tambang dan mineral kita dibawa ke luar negeri. Rezim saat ini tahu tapi pura-pura tidak tahu," tegas Amien.

Amien juga sempat mengkritisi, proyek 17 pulau reklamasi di pantai utara Jakarta dibuat untuk kepentingan asing. 17 Pulau itu, kata Amien, bisa dijadikan pangkalan ekonomi bagi asing.

"17 Pulau palsu nanti dipersembahkan untuk China, untuk kepentingan politik, ekonomi, dan militer. Itu dipersembahkan untuk kepentingan Beijing," kata Amien dalam diskusi yang bertajuk 'Stop Proyek Reklamasi Teluk Jakarta' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/11).

Hal itu kata Amien bisa terlihat dari beberapa jalur yang tengah dibangun dengan saling berhubungan dengan Kota Beijing.

"Jalan laut itu dari Beijing ke Laut China Timur, Laut China Selatan, Selat Malaka, Selat Sunda, Samudera Hindia, kemudian sampai ke Angola, lalu ke utara laut merah kemudian sampai ke Rotterdam ya. Nah jadi jelas sekali 17 pulau palsu ini bukan untuk kita, untuk teman-teman dari China," ungkapnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.