Wasekjen Golkar Era Ical Nilai Tudingan Rizal Mallarangeng ke Bamsoet Tak Elok

Rabu, 3 Juli 2019 08:22 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Wasekjen Golkar Era Ical Nilai Tudingan Rizal Mallarangeng ke Bamsoet Tak Elok Rizal Mallarangeng jabat Plt ketua DPD Golkar DKI Jakarta. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Mantan Wasekjen Golkar Lalu Mara menyayangkan sikap Plt Ketua DPD I Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng yang menyatakan Bambang Soesatyo mencuri-curi dukungan untuk menjadi Calon Ketua Umum Partai Golkar. Lalu menyebut, diksi yang digunakan Rizal kurang tepat.

"Sesama kader Partai Golkar, apalagi Pak RM (Rizal Mallarangeng) kan posisinya ketua, ya menurut saya tidak pas saja diksinya. Masih banyak diksi yang lebih tepat dan elok," kata Lalu di Jakarta, Selasa (2/7).

Sebelumnya, beberapa DPD II Golkar DKI Jakarta menyatakan dukungan untuk Bamsoet. Namun, dukungan tersebut kemudian dicabut. Pencabutan ini disinyalir karena ada teguran dari Rizal ke para DPD II tersebut.

Namun, Rizal malah kembali nyerang Bamsoet. Rizal menyebut, Bamsoet seharusnya berterima kasih ke Airlangga karena sudah diangkat menjadi ketua DPR.

Lalu memandang, diksi atau kata yang dipakai Rizal terlalu keras. Diksi ini bisa memicu reaksi atau perlawanan yang lebih keras.

"Itu kan bisa diselesaikan secara internal Golkar DKI. Pak Rizal juga tak perlu menyampaikan secara terbuka apa yang sudah dilakukannya kepada Pak Bambang. Itu tidak baik, tidak elok," ucapnya.

Soal Munas, Lalu Mara memang, hal biasa. Munas itu memang sudah agenda Partai Golkar. Mengenai banyaknya yang berminat jadi ketua umum, menurutnya, itu juga biasa saja. Termasuk soal DPD I dan DPD II yang menyatakan dukungan kepada salah satu calon ketum.

"Yang punya hak suara di Munas itu kan DPD II, DPD I dan Ormas yang mendirikan dan Ormas yang didirikan. Masing-masing punya hak untuk menentukan pilihannya. Termasuk siapa yang mereka dukung, biasa saja," tegas Lalu.

Lalu juga menganggap sah-sah saja jika Bamsoet memutuskan maju menjadi calon ketum pesaing Airlangga. Dia menilai semakin banyak kader ingin maju menjadi ketum menandakan regenerasi berjalan baik dan Golkar menjadi partai yang demokratis.

"Kan tidak ada larangan. Semua kader punya hak untuk maju. Semakin banyak ya semakin bagus. Semakin banyak berita. Dan itu bagus. Membuktikan Partai Golkar itu demokratis," tandasnya. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini