Warning Jokowi Untuk Pejabat yang Pemalas, Hajar dan Copot

Selasa, 16 Juli 2019 05:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Warning Jokowi Untuk Pejabat yang Pemalas, Hajar dan Copot Jokowi di KTT G20 Jepang. ©2019 G20 Osaka Summit Photo/Handout via Reuters

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato politiknya di Sentul International Convention Centre, Sentul, Bogor, Minggu (14/7). Pidato Jokowi bertema Visi Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Inti dari pidato itu Jokowi ingin Indonesia menjadi negara terkuat di dunia. Oleh karena itu, Presiden Jokowi memberi peringatan kepada para pejabat di periode kedua agar bekerja dengan baik dan benar. Berikut warning Jokowi kepada para pejabat:

1 dari 4 halaman

Yang Hambat Investasi Akan Dihajar

Saat menyampaikan pidato politik, Presiden Jokowi menyinggung soal investasi. Jokowi mengatakan dengan banyak investor masuk ke Indonesia maka akan membuka lapangan pekerjaan yang cukup luas. Oleh karena itu Jokowi meminta tak ada pejabat yang menghambat masalah investasi, misalnya perizinan.

"Yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan," kata Jokowi.

2 dari 4 halaman

Copot Pejabat

Presiden Jokowi menginginkan pelayanan birokrasi di Indonesia dilakukan dengan cepat. Dia tak ingin masyarakat dipersulit saat berurusan dengan birokrasi. Oleh sebab itu, Jokowi memastikan bakal mengecek langsung cara kerja di birokrasi.

"Kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya. Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan!," tegas Jokowi saat sampaikan pidato, di Sentul, Bogor.

3 dari 4 halaman

Penggunaan APBN Tepat Sasaran

Salah satu isi dari pidato politik Presiden Jokowi ialah soal Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Jokowi mengingatkan para pejabat agar nanti menjamin penggunaan APBN yang tepat sasaran. Jokowi ingin semua anggaran yang dikeluarkan bermanfaat untuk rakyat.

"Kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat," ujarnya di Sentul International Convention Centre, Sentul, Bogor, Minggu (14/7).

4 dari 4 halaman

Tak Ada Lagi Kerja Monoton

Rencana ke depan, Presiden Jokowi ingin membangun Indonesia yang adaptif, produktif, inovatif dan kompetitif. Oleh karena itu Jokowi meminta para pejabat mengubah pola kerjanya.

"Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. HARUS BERUBAH! Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman," kata Jokowi di Sentul International Convention Centre, Sentul, Bogor. [has]

Baca juga:
Sisi Lain dari Pertemuan Jokowi dan Prabowo di MRT yang Mengundang Tawa
Patroli Medsos, Polisi Awasi Akun Provokasi Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo
Prabowo Akan Temui Pendukung yang Kecewa Pertemuannya dengan Jokowi
Indef: Jokowi Lebih Baik Perbaiki Pendidikan Dibanding Buat Program SDM Baru

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini