Waketum PKB Tanggapi Ketum PBNU: PKB Alat Politik NU

Selasa, 24 Mei 2022 16:40 Reporter : Ahda Bayhaqi
Waketum PKB Tanggapi Ketum PBNU: PKB Alat Politik NU Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. ©ANTARA/HO-Humas MPR

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyambut positif pernyataan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf yang menyebutkan NU tidak boleh dijadikan alat politik Pemilu 2024. Jazilul sepakat bahwa Nahdlatul Ulama tidak boleh dijadikan alat politik.

Namun, dia menegaskan, PKB merupakan alat politik bagi warga Nahdliyin. Ia memandang pernyataan Yahya merupakan pesan untuk partai politik lain agar tidak menjadikan NU sebagai alat politik.

"Tentu kami setuju karena memang NU bukan alat politik, tapi PKB lah alat politik NU. Jadi apa yang disampaikan beliau (Gus Yahya) itu adalah untuk partai-partai yang lain, bukan PKB karena PKB dengan NU itu ibarat dua sisi mata uang yang tidak akan bisa dipisahkan," katanya di Gedung DPR, Selasa (24/5).

PKB merupakan partai politik yang dilahirkan oleh NU. Jalan politik PKB berhaluan ahlussunnah wal jamaah. PKB pun menjadi partai politik berbasis Islam terbesar di Indonesia.

"Dan alhamdulillah akhirnya PKB menjadi satu-satunya partai politik yang berhaluan ahlussunnah wal jamaah yang ada di parlemen. Parpol yang menjalan misi jalan politik rahmatan lil alamin ya PKB," ungkap Jazilul.

2 dari 2 halaman

Maka itu pula, PKB menjadi kekuatan politik yang mewadahi dan menjadi saluran aspirasi politik Nahdliyin. Dia menegaskan, PKB tidak dapat dipisahkan dengan NU. Namun, partai lain seperti PDIP dan Golkar tidak mungkin partainya Nu.

"Saya ini lahir dari NU, nggak bakalan bisa dipisahkan dari NU meskipun saya PKB. Tapi kalau ada orang yang bilang Golkar itu NU, nggak mungkin, dari mana sejarahnya? PDIP itu NU, nggak mungkin dari mana sejarahnya? Kalau PKB itu lahir dari NU, semua menyaksikan. Mulai deklarasinya, tokoh-tokohnya, pendirinya, pemimpin-pemimpinnya. Meskipun akhirnya PKB menjadi partai yang terbuka untuk semua golongan, semua kelompok," jelas wakil ketua MPR RI ini.

Jazilul menuturkan, NU tetap menjadi visi politik PKB. Apa yang diperjuangkan PKB melalui jalur politik merupakan menjalankan visi dan misi NU juga.

"Jadi semua visi yang ada di NU ini diperjuangkan PKB lewat jalur politik. Jadi PKB bagian dari yang menjalankan visi dan misi NU. Apa itu? soal moderasi. toleransi dan lainnya. Itulah yang dilakukan oleh PKB," terangnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf meminta partai politik tidak menggunakan identitas NU demi kepentingan Pemilu. Sosok yang biasa disapa Gus Yahya menegaskan NU milik seluruh Bangsa Indonesia.

"Untuk semua partai, jadi NU itu ndak boleh digunakan sebagai senjata untuk kompetisi politik, karena kalau kita biarkan terus-terus begini ini tidak sehat," kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Senin (23/5). [fik]

Baca juga:
Harlah NU dan Kedekatan dengan Erick Thohir
Gus Yahya: Jangan Gunakan NU sebagai Senjata dalam Kompetisi Politik
Panglima Datangi PBNU, Gus Yahya: Saya Sampai Pikir Pak Andika NU Juga Ini
Diundang Kemenag, PP Muhammadiyah Hadiri Sidang Isbat Lebaran 2022
SMRC: PDIP Kemungkinan Gandeng Tokoh NU Jadi Cawapres di Pilpres 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini