Waketum PAN Optimistis Partainya Putuskan Dukung Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

Selasa, 9 Juli 2019 13:19 Reporter : Ahda Bayhaqi
Waketum PAN Optimistis Partainya Putuskan Dukung Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin Bara Habisuan. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan yakin Rakernas partainya bakal memutuskan untuk memberi dukungan kepada pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Dia melihat pengurus wilayah cenderung mengarahkan PAN masuk dalam barisan pemerintah.

"Ada aspirasi seperti dikemukakan oleh rekan saya Viva Yoga Mauladi, mayoritas DPW menyatakan kesetujuannya kalau PAN nanti mengambil langkah untuk begabung dengan pemerintahan pak Jokowi. Jadi trennya itu ke arah situ," ujar Bara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).

Bara menyebut sudah 30 DPW yang menemui Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Menurutnya, 30 dari 34 DPW ini mendukung jika PAN merapat ke Jokowi.

"Sudah dipanggil itu sudah hampir 30 ya kalau tidak salah," ucapnya.

Menurutnya, penting bagi PAN untuk konsolidasi internal. Agar, kalau keputusan bergabung dengan Jokowi menjadi final, tidak membuat kecewa pemilih.

"Mayoritas DPW itu yakin tidak akan membuat pemilih pan itu kecewa dengan keputusan tersebut," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, mayoritas pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) di daerah sangat sepakat bila PAN merapat dengan Jokowi-Maruf Amin. Hal ini diketahui setelah ketua umum PAN Zulkifli Hasan dua kali bertemu dengan para pengurus wilayah. Dari hasil pertemuan tersebut ada beberapa hal yang ditekankan di antaranya akan memperbaiki internal dan keinginan untuk bergabung dengan pemerintah.

"Lebih baik bersama-sama dengan pemerintah membangun bangsa dan negara," kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi.

Namun ada juga yang tetap memilih untuk menjadi oposisi. Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menyebut aspirasi kader dan simpatisan partai menginginkan tetap sebagai oposisi. Hal itu menanggapi posisi partai setelah Pemilu 2019 selesai.

"Hampir seluruh jaringan Partai Amanat Nasional dan juga simpatisannya seluruh Indonesia menginginkan kita konsisten untuk melakukan oposisi konstruktif," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/6).

Hal itu karena DPP PAN belum menyampaikan posisi politik kepada semua kader dan simpatisan. Menurut Saleh ada perubahan posisi politik terbaru. "Kan ada posisi politik terbaru yang sebenarnya yang mungkin kawan-kawan DPW dan DPD Indonesia belum tahu posisi terbaru kekinian," kata Saleh. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Partai Amanat Nasional
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini