Waketum PAN harap pelukan Jokowi-Prabowo redakan ketegangan politik

Jumat, 31 Agustus 2018 12:02 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Waketum PAN harap pelukan Jokowi-Prabowo redakan ketegangan politik Jokowi dan Prabowo nonton Pencak Silat. ©2018 Laily Rachev - Biro Pers Setpres

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum PAN, Taufik Kurniawan menilai, sikap berpelukan antara Presiden Joko Widodo dan Ketum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di venue pencak silat Asian Games 2018 menjadi momentum untuk menyejukkan suasana politik menjelang Pemilihan Presiden. Menurutnya, hal ini patut menjadi contoh bagi kedua pendukung Calon Presiden ini.

"Kita tak pungkiri, belakangan ketegangan politik cukup panas. Ya meskipun ada perbedaan dan perselisihan, namun bukan berarti ada perpecahan. Jika kedua capres bisa berbuat sikap yang menyejukkan dan menghilangkan sekat-sekat yang selama ini kaku, kenapa pendukungnya harus berselisih. Sikap elite politik cukup memberi andil besar kepada pendukungnya," kata Taufik ketika dikonfirmasi, Jumat (31/8).

Taufik menambahkan, momen kebersamaan Jokowi dan Prabowo pada ajang pencak silat Asian Games itu bisa menyadarkan seluruh komponen bangsa, termasuk sebagian elite politik, bahwa kompetisi tak perlu saling menjatuhkan. Bahkan, dengan keduanya berada di tempat yang sama, menjadi bukti nyata bahwa untuk mendukung atlet Indonesia bertarung di Asian Games, seluruh komponen bangsa harus bersatu.

"Ini bukti bahwa di masa-masa atlet Indonesia berjuang di Asian Games, elite politik maupun seluruh lapisan masyarakat harus menghilangkan sekat-sekat yang ada. Semua harus bersatu mendukung atlet kita agar menjadi juara dan mendapatkan medali. Kita semua berharap, dengan adanya momentum itu, dapat menciptakan suasana politik yang lebih sejuk," harap Wakil Ketua DPR itu.

Diketahui, atlet pencak silat Hanifan melakukan aksi spontan dengan merangkul Jokowi dan Prabowo secara bersamaan itu dinilai dapat menurunkan tensi politik. Sekaligus, mencambuk para elite politik yang tak peka dengan keinginan rakyat yang tak ingin dipecah-belah karena perbedaan pandangan politik praktis. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini