Waketum Demokrat Tepis Isu AHY Gagal Jadi Menteri Karena Dendam Mega ke SBY

Senin, 28 Oktober 2019 14:36 Reporter : Ahda Bayhaqi
Waketum Demokrat Tepis Isu AHY Gagal Jadi Menteri Karena Dendam Mega ke SBY Syarief Hasan. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syariefuddin Hasan mengatakan, pernyataan politikus Andi Arief hanya pandangan pribadi. Menurutnya, Demokrat tidak pernah membuat asumsi gagalnya Agus Harimurti Yudhoyono menjadi menteri karena dendam lama Megawati Soekarnoputri kepada Susilo Bambang Yudhoyono.

"Partai Demokrat tidak pernah punya asumsi seperti itu. Secara resmi tidak pernah mengatakan itu. Partai Demokrat melihat hubungannya baik-baik saja. Jadi itu pandangan pribadi," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10).

Syarief membantah Presiden Joko Widodo sudah menyiapkan satu kursi untuk AHY di kabinet. Dia bilang, Demokrat sejak awal tidak mengajukan nama kepada Jokowi.

"Jadi apa yang terjadi sekarang itu, selama ini itu adalah merupakan hubungan komunikasi yang intens saja sebagai seorang negarawan, sebagai ketua umum partai dan sebagai mantan presiden," kata dia.

Demokrat, kata Syarief, menghormati keputusan Presiden Jokowi yang tidak memasukan kadernya dalam kabinet.

"Saya pikir, kami itu sudah sepenuhnya menyerahkan kepada presiden Jokowi. Apapun keputusannya harus kita hormati kita harus hargai saya pikir itu," kata dia.

Syarief juga membantah, usai pelantikan ada komunikasi tawaran wakil menteri, duta besar dan beberapa jabatan. "Kita setelah pelantikan menteri tidak ada komunikasi," ucapnya.

Wakil Ketua MPR itu menuturkan, Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan secara resmi apakah Demokrat di luar pemerintahan. Dia bilang, SBY akan menyampaikan sikap dalam waktu dekat.

"Yang jelas posisi sekarang ini kita di luar pemerintahan. Posisi Kita di luar pemerintahan seperti apa itu akan diputuskan pak SBY dalam waktu tidak lama lagi," tandasnya.

Sebelumnya, Andi merasa penolakan terhadap AHY ada peran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Keresahan itu diungkapkan dalam unggahan melalui media sosial Twitter. Menurut dia, dendam lama antar SBY dan Megawati dianggap sebagai pemicu. Alhasil wakil ketua umum Partai Demokrat itu dicoret dari daftar calon menteri.

"Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati hanya pada Pak @SBYudhoyono, ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono. Tadinya saya melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupanya belum mampu," kata Andi, dikutip Sabtu pekan lalu. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini