Wacana Koalisi PDIP-Gerindra, PKS Ingatkan Jangan Jauh dari Harapan Rakyat

Senin, 29 November 2021 19:02 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Wacana Koalisi PDIP-Gerindra, PKS Ingatkan Jangan Jauh dari Harapan Rakyat Prabowo Bertemu Megawati. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Partai Gerindra membuka peluang koalisi dengan PDIP dalam kerja sama politik kedepan. Wasekjen DPP PKS Ahmad Fathul Bahri menghargai jika keduanya berkoalisi asalkan tidak menyimpang dari harapan konsituennya masing-masing.

"Partai politik pun juga jangan sampai keluar dari harapan konstituennya, baik dengan manuver politik yang dilakukan ataupun dengan kebijakan publik saat berada dalam pemerintahan yang jauh dari harapan publik," katanya lewat pesan singkat, Senin (29/11).

Fathul mengatakan, kerja sama antar politik adalah hal yang lazim dilakukan asalkan untuk kepentingan rakyat.

"Kerja sama politik lazim dilakukan dengan siapa pun dan semua pihak pasti membuka diri, selama untuk kepentingan masyarakat dan masing-masing memiliki kesesuaian dan mencari titik temu di berbagai aspek," tuturnya.

Dia menegaskan, kedaulatan rakyat akan menentukan siapapun parpol yang berkoalisi di pilpres 2024 nanti termasuk Gerindra-PDIP.

"Apapun itu, nanti pada ujungnya, daulat rakyat yang akan menentukan yang mereka pilih," pungkasnya.

Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani berbicara mengenai kepentingan Partai Gerindra pada Pemilu 2024 di Provinsi Jawa Tengah. Dia mengatakan, Jawa Tengah adalah provinsi yang memiliki geopolitik yang khas.

Dia menilai, sejak Pemilu 1999 sampai 2019, PDIP selalu mendominasi Jateng sebagai pemenang pemilu. Berbeda dengan provinsi lainnya di Pulau Jawa yang selalu bergantian pemenangnya dalam setiap pemilu.

Untuk itu, Muzani meminta agar Partai Gerindra belajar dengan PDIP tentang cara mempertahankan kepercayaan rakyat seperti yang terjadi di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikannya di Semarang, Minggu (28/11) saat peresmian kantor DPC Gerindra Kota Semarang yang juga dihadiri oleh pengurus DPD PDIP Jateng dan juga DPC PDIP Kota Semarang.

Termasuk sejumlah elite Partai Gerindra seperti Waketum Sugiono, Ketua OOK DPP Prasertyo Hadi, Ketua DPD Jateng Abdul Wachid, dan sejumlah DPR RI Gerindra dari dapil Jateng.

"Gerindra Jateng harus belajar dari bagaimana PDIP Jateng mengelola kepercayaan rakyat sehingga selalu menang dalam setiap pemilu. Kita pernah mengalami fase naik turun dalam hubungan dengan PDIP. Kita pernah bekerjasama pada tahun 2009, lalu 2014 berpisah karena Gerindra oposisi. Dan kini kembali bersama dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Dan ke depan kita ingin bekerjasama lagi untuk membesarkan dan membangun Indonesia," kata Muzani.

Muzani mengatakan, secara geografis Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk sebesar 270 juta dan sekitar 17 ribu pulau. Tidak mungkin satu kekuatan bisa mengjangkau seluruhnya.

Itulah yang menyebabkan, kata dia, semua kekuatan politik harus bekerjasama membangun masa depan Indonesia dan menyatukan diri dalam satu kekuatan.

“PDIP dan Gerindra adalah kekuatan besar," imbuhnya. [ray]

Baca juga:
PKB Soal PDIP-Gerindra Makin Erat: Kita juga Kekuatan yang Tentukan Peta Politik
Ganjar-Sandiaga Dinilai Lebih Aman Diusung PDIP-Gerindra untuk 2024
Gerindra dan PDIP Kian Harmonis, Demokrat Prediksi 3 Poros Bertarung di Pilpres
PPP: Apakah Ketika Gerindra dan PDIP Jadi Berkoalisi Maka Parpol Lain Ikut?
Muzani: Terbuka Kerja Sama Gerindra-PDIP di Pilpres 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini