Visi misi nyeleneh bakal cagub DKI

Jumat, 18 Maret 2016 09:07 Reporter : Dieqy Hasbi Widhana
Visi misi nyeleneh bakal cagub DKI Ilustrasi Pilgub. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Perhelatan Pilgub DKI 2017 masih jauh. Namun persaingan antar bakal calon sudah memanas. Tak hanya manuver politik, janji-janji manis pun disebar.

Meski janji yang digelontorkan ke publik tersebut kebanyakan tak punya konsep yang kuat, akan tetapi beberapa bakal calon berani memunculkan misi yang kontroversial.

Beberapa di antaranya ialah memodifikasi cuaca dan memindahkan dampak iklim. Ada pula yang beranggapan bisa menaklukkan kemacetan Jakarta dalam waktu singkat. Selain itu karena pondasi rekam jejak terkait olahraga, seorang bakal calon akan menggalakkan aktivitas olahraga.

Berikut hasil penelusuran merdeka.com atas beberapa janji politik bakal calon untuk membuai pemilih.

1 dari 3 halaman

Jika terpilih, Hasnaeni Wanita Emas bakal pindahkan hujan ke laut

Wanita Emas. ©2012 Merdeka.com

Hasnaeni Moein yang dengan pede mengklaim diri sebagai 'Wanita Emas', semakin berani melaju dalam persaingan Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang. Bahkan, ia klaim telah menyiapkan sejumlah program unggulan jika terpilih menjadi orang nomor 1 di Ibu Kota.

Politisi Partai Demokrat ini sesumbar mencari solusi banjir dan kemacetan sebagai prioritas utamanya. Hasnaeni mengaku bakal menyiapkan modifikasi cuaca dan membangun dum bawah tanah untuk mengatasi banjir dan macet.

"Ahok tidak mampu menyelesaikan masalah banjir dan macet. Kalau banjir kita akan menggunakan modifikasi cuaca yang dipakai di Cina. Misalnya kalau di Kemang hujan, pesawat akan alihkan mendung dan bawa hujan ke laut," ujar Hasnaeni kepada wartawan di rumahnya, Jakarta Selatan, Kamis (17/3).

Sedangkan, untuk mengatasi kemacetan, Hasnaeni mengatakan sudah menyiapkan 11 item. Di antaranya mengatur jam kerja, jam sekolah dan penggunaan mesin sensor di pintu tol tanpa menghabiskan waktu untuk membeli tiket.

"Kerugian karena macet ini sudah Rp 87 triliun. Uang sebanyak itu lebih baik kita minta dan gunakan ke hal lain," tandasnya.

2 dari 3 halaman

Ahmad Dhani akan taklukan macet Jakarta dalam seminggu

Ahmad Dhani. ©2013 Merdeka.com/kapanlagi

Musisi Ahmad Dhani menjadi salah satu bakal calon dalam persaingan Pilgub DKI 2017 mendatang. Di awal dia berani menebar janji manis berupa akan menyelesaikan masalah kemacetan Jakarta selama seminggu.

"Dalam waktu seminggu, Jakarta tidak akan bermasalah dengan supir yang ugal-ugalan, yang parkir sembarangan, yang berhenti sembarangan, yang ngetem sembarangan," kata Dhani Di Jakarta, Minggu (6/3).

Dhani berharap tak ada lagi masalah kemacetan akibat ulah nakal pengemudi angkutan umum. Namun jika dengan cara tersebut masih terjadi kemacetan, dia siap membentuk satuan tugas guna menangani kemacetan itu. 

"Kalau banjir? Saya menyerahkan pada ahlinya, mungkin tenaga ahli Belanda," tambahnya.

Lanjut dia, dirinya tak meniru gaya kepemimpinan Ahok. "Cara saya dengan incumbent nggak sama. Masalah Kalijodo misalnya, cara penanganan saya tidak akan melibatkan TNI. Masa TNI ngurusin PSK? Masa TNI juga ngurusin got? Kalau saya, dalam mengusir Kalijodo, saya tak akan melibatkan hal-hal yang berbau pamer kekuatan. Saya yang dekat dengan keluarga TNI agak gimana gitu," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Adhyaksa bakal bangun dua lapangan bola di setiap kelurahan

Adhyaksa Dault. ©2014 Merdeka.com

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault siap maju di Pilgub DKI Jakarta 2017. Jika terpilih nanti, Adhyaksa bakal membuat dua lapangan bola di setiap kelurahan.

Selain itu, jika nanti dirinya terpilih menjadi orang nomor satu di Jakarta, Adhyaksa berjanji akan mengeluarkan moratorium yang melarang adanya pembangunan mall, hotel dan kampus. Dia menilai gaya Ahok membangun Jakarta saat ini berkaca pada Singapura.

"Sudah cukup mall, hotel dan kampus atau sekolah tinggi. Justru harusnya dibuat di daerah-daerah jadi enggak perlu datang ke Jakarta," ungkap Adhyaksa di kediamannya, Jl Pangadean Selatan No 10 Kalibata Jakarta Selatan, Senin (7/3).

Dia mengatakan seorang pemimpin harus bersikap humanis tapi tegas. Adhyaksa mencontohkan gaya kepemimpinan Walikota Surabaya, Risma yang dikenal baik oleh warganya namun tetap tegas. Untuk itu dia merencanakan konsep membangun Jakarta dengan moto green goverment.

"Perlu pemimpin yang humanis dan tegas bukan yang ngomongnya kasar. Membangun tanpa kasar, green goverment. Visi saya menyejahterakan Jakarta. Saya harus bilang Pak Ahok itu bagus seperti e-budgeting tapi komunikasi juga penting. Yang penting itu human capital, bagaimana hubungan internal dan eksternal komunikasi. Kelemahan beliau ini," ujarnya. [eko]

Baca juga:
Sindir Nachrowi, 'wanita emas' bilang jangan sampai kalah 2 kali
Nyagub DKI 2017, Hasnaeni 'wanita emas' ngaku belum sowan ke SBY
Penertiban Berlan diprotes KPUD DKI, ini komentar Ahok
PAN belum putuskan dukung Ahok, gelar survei dulu
Wanita Emas ngebet dekati Megawati karena sukses bawa Jokowi ke RI 1

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini