Usut Tuntas Dugaan Pembagian Bansos Ditunggangi Kepentingan Politik

Rabu, 29 April 2020 12:08 Reporter : Bachtiarudin Alam
Usut Tuntas Dugaan Pembagian Bansos Ditunggangi Kepentingan Politik Pekerja membawa paket bansos di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pembagian bantuan sosial kepada warga terdampak wabah Corona atau Covid-19, justru dimanfaatkan sebagian pihak untuk kepentingan politik. Umumnya, foto wajah diri ikut tampil di paket bantuan sosial.

Salah satunya Bupati Klaten Sri Mulyani yang mendapat sorotan karena masalah itu. Bantuan Hand Sanitizer dari Kementerian Sosial justru ditempel foto wajahnya. Belum lagi beredarnya video pembagian sembako dengan mencatut slogan Menteri BUMN Erick Thohir for President 2024.

Kejadian dugaan adanya penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) corona virus (Covid-19) untuk kepentingan politik harus diusut tuntas. Hal itu disampaikan, Direktur Populi Centre, Usep S. Ahyar.

"Ini pemerintah tidak boleh diabaikan begitu, tapi harus diberikan sanksi tegas supaya tidak terulang lagi. Bisa lewat Ombudsman dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) harus diusut tuntas," ujar Usep saat diwawancarai merdeka.com, Rabu (28/4).

Momentum pembagian bantuan sosial memang rawan dimanfaatkan kepentingan politik. Apalagi bagi pejabat yang masih memiliki kans untuk kembali menjabat di struktural pemerintahan. Dia khawatir, ada permainan anggaran juga di dalamnya.

"Mungkin patut diduga kembali, menjelang Pilkada ini memang rawan semacam politik birokrasi. Itu yang kemudian harus dilihat seperti lambungan anggaran, walaupun untuk saat ini memang Pilkada belum dimulai, akibat corona," tambah Usep.

Diakuinya, pemanfaatan bansos memang masih menjadi senjata ampuh bagi para politisi untuk menarik simpati masyarakat. Padahal mayoritas masyarakat sebenarnya tidak peduli dari mana asal bantuan tersebut.

"Saya pernah punya riset, jadi program bantuan ke masyarakat itu sebenarnya. Mereka tidak mementingkan dari mana bantuan dikirimkan yang penting dapet. Seperti kasus ini (Bupati Klaten) entah apa niatnya, tapi malah jadi bumerangkan," kata dia.

1 dari 1 halaman

Pembelaan Diri

Bupati Klaten Sri Mulyani mengklarifikasi viralnya bansos botol hand sanitizer bantuan Kemensos yang ditempeli stiker bergambar foto dirinya.

"Ada kekeliruan di lapangan. Ada kesalahan dipenempelan atau saat pembagian," kata Mulyani saat ditemui wartawan di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (27/4)

Mulyani mengatakan, Pemkab Klaten baru menerima bantuan hand sanitizer dari Kemensos sebanyak 1.000-an botol.

"Pengadaan mungkin ada puluhan ribu, bukan kami yang melakukan pengadaan. Mungkin di lapangan ditempeli semua. Kejadiannya seperti itu. Karena dari Kemensos terbatas sekali. Justru yang banyak dari kami," kata Mulyani.

Melalui akun twitter-nya, Mulyani, menyampaikan permintaan maaf. "Kpd seluruh netizen, saya sampaikan terimakasih atas saran, kritik, dan masukannya berkaitan dgn bantuan handsanitizer kpd masyarakat, saya sampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang terjadi teknis di lapangan,” tulis akun @YaniSunarno.

Mulyani juga menuliskan tidak ada maksud menunggangi atau mengambil keuntungan pribadi dari hand sanitizer berstiker Bupati Klaten.

"Tidak ada maksud menumpangi atau mengambil keuntungan pribadi, karena selain mendapat bantuan dr kemensos, saya jg membuat bantuan handsanitizer sendiri yg memang ada stiker dr saya," kicau @YaniSunarno.

Menteri BUMN Erick Thohir juga mengklarifikasi beredarnya video pembagian bansos yang mencatut namanya dan dikaitkan kepentingan politik. Dia membantah sekaligus menuding ada pihak yang mencoba menyerang karakternya dengan cara tidak baik.

"Ini pembusukan. Kalau ada yang bisa menunjukkan di mana poskonya, sangat membantu saya," kata Erick kepada wartawan, Selasa (28/4).

Erick Thohir juga sempat diisukan punya akun tim medsos for presiden 2024. Namun hal itu segera dibantah. Setidaknya ada dua akun yang sampai mendapat perhatiannya yaitu Erick Thohir for Indonesia ataupun Erick Thohir for President.

"Melalui pesan ini, saya ingin sampaikan bahwa saya tidak pernah membuat akun sosial media baik di FB, Instagram ataupun Twitter yang bernama seperti Erick Thohir for Indonesia ataupun Erick Thohir for President," ujar Erick. [noe]

Baca juga:
Terkendala Bansos, Penerapan PSBB di Kabupaten Gowa Ditunda
Karut Marut Penyaluran Bansos di DKI hingga Disetop Sementara
Bupati Bogor Ade Yasin: Bansos Belum Maksimal Karena Gunakan Data Lama
Hari Pertama Kerja Usai Sembuh, Bima Arya Marah-Marah di Pasar
Pemkot Tangsel Ajak ASN Donasi Bantu Warga Terdampak Pandemi
Minta Maaf, Kades di Subang Jelaskan Soal Kritik ke Jokowi dan Ridwan Kamil

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini