Usai Kalah, PSI Disarankan Tetap Perjuangkan Pluralisme

Kamis, 18 April 2019 06:51 Reporter : Fikri Faqih
Usai Kalah, PSI Disarankan Tetap Perjuangkan Pluralisme Ray Rangkuti. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengapresiasi langkah yang diambil oleh Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Pasalnya, Grace berani mengumumkan jika partainya tidak lolos masuk ke DPR pada Pemilu 2019.

Sebelumnya, Grace menyampaikan pidato tak lolos ke DPR versi quick count (QC) atau hitung cepat sementara. Sebab beberapa lembaga survei menunjukkan PSI tidak bisa mencapai 4 persen dalam Pemilu 2019 ini.

"Gentleman kesatria itulah ya, dia sekaligus menegaskan bahwa mereka memaksa optimis di masa mendatang. Diluar dugaan juga mereka bisa dapat 2 persen," katanya, Kamis (18/4).

Dia menyarankan agar PSI tetap mempertahankan ciri khas mereka yang berada di garis tengah. Kemudian, Ray menambahkan, citra PSI sebagai partai anti korupsi juga harus terus digaungkan. Selain itu tetap memperjuangkan pluralisme.

"Saya berharap mereka dapat mempertahankan diri tidak lemah. Apa yang mereka dapat lakukan saat ini mengelola partai, karena mereka punya masa depan," tutupnya.

Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengakui kekalahan dalam Pemilu 2019. Meskipun, hasil real count belum keluar, tapi kekalahan PSI sudah terlihat dari hitung cepat yang dilakukan sejumlah survei.

Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan, sambil menunggu real count sebagai standard konstitusional, kita sudah bisa mengambil kesimpulan mengenai hasil pemilu kali ini.

"Menurut quick count, PSI mendapat 2 persen. Dengan perolehan itu PSI tidak akan berada di Senayan lima tahun ke depan," jelas Grace dalam siaran pers, Rabu (17/4).

Grace mengaku telah berjuang dengan seluruh kekuatan yang ada. Dia tak mau menyalahkan siapapun. Menurut dia, kader, pengurus, Caleg, telah bekerja keras siang dan malam meyakinkan rakyat. Tapi ini keputusan rakyat, melalui mekanisme demokrasi yang harus diterima dan hormati.

"Tidak ada penyesalan sama sekali, tidak ada penyesalan atas setiap tetes keringat dan air mata yang jatuh selama membangun partai ini. Kami, anak-anak muda PSI telah terlibat dalam sebuah perjuangan yang bagi kami sangat luar biasa," tambah Grace.

Dia berterima kasih karena di tengah apatisme politik, PSI berhasil membuktikan bahwa orang mau berkontribusi: menyumbang uang, membantu mencetak alat peraga kampanye, menyumbang tenaga, pikiran, bahkan meninggalkan pekerjaan mereka demi berjuang bersama PSI. Kepada mereka semua, PSI mengucapkan terima kasih. Dia juga meminta kawan-kawan pengurus dan caleg tidak putus asa dan tetap menjaga suara. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini