Untung Rugi Bagi PDIP jika Ahok Bergabung

Kamis, 24 Januari 2019 11:37 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Untung Rugi Bagi PDIP jika Ahok Bergabung ahok bebas bersyarat. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah menghirup udara bebas. Ahok dinyatakan bebas usai menjalani hukuman 1 tahun 8 bulan penjara karena kasus penistaan agama. Setelah bebas, berbagai rumor soal masa depan dan karir politik Ahok mencuat.

Ada yang menyebut Ahok akan memulai hidup barunya sebagai pengusaha. Tapi yang paling santer terdengar mantan Gubernur DKI itu merapat ke PDIP. Kabar soal wacana Ahok gabung PDIP diutarakan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat.

Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran, Bandung, Muradi menilai PDIP akan menghitung dengan cermat untung rugi untuk sebagai perahu baru dalam karir politik Ahok. Dari segi keuntungan, menurutnya, PDIP pasti akan mendapatkan suara tambahan dari Ahok.

Hal ini melihat besarnya basis pendukung Ahok di Indonesia. Dia membagi dua jenis pemilih di Indonesia, yaitu pemilih berbasis agama dan kebangsaan. Dan, basis pemilih kebangsaan ini lah yang berpotensi didapat PDIP dari Ahok. Ditambah ada kecocokan soal platform kebangsaan yang melekat di PDIP.

"Pasti dong pasti kena. Tapi perlu pertimbangan Pak Ahok sebagai personal dan PDIP sebagai partai," kata Muradi saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (24/1).

Masalah keuntungan elektoral dari pendukung Ahok ini, kata dia, sebenarnya bisa menjadi dilema bagi PDIP. Sebab belakang, PDIP juga sedang mengincar ceruk pemilih berbasis agama di Pemilu 2019.

"Itu dilema karena PDIP sedang menarik dukungan pemilih berbasis keagamaan. Ada mekanisme internal perlu dilakukan," ungkapnya.

Bicara rugi, kata Muradi, dampak dari bergabungnya Ahok pasti ada. Kubu oposisi kemungkinan akan membuat framing bahwa PDIP menjadi partai 'penampung' penista agama. Imbasnya akan berpengaruh terhadap sikap kelompok muslim terhadap partai berlambang banteng moncong putih.

"Ada framing dari lawan dianggap dulu framing wong cilik, ada framing menerima penista agama, akan jadi masalah bagi partai kalau tidak dilakukan kajian komperhensif," papar dia.

Oleh karena itu, Muradi memberikan beberapa pilihan rasional bagi PDIP dan Ahok. PDIP disarankan untuk mengkaji secara matang untuk merekrut atau menerima Ahok. Hal ini demi menyelamatkan suara PDIP di Pemilu 2019.

Dia juga menyarankan PDIP untuk fokus memaksimalkan konsolidasi pemenangan caleg-caleg dan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pemilu 2019.

Di sisi Ahok pun demikian. Eks Bupati Belitung Timur ini disarankan rehat dari dunia politik untuk sementara waktu. Berlibur, menikah dan menghabiskan waktu bisa menjadi opsi terbaik bagi Ahok saat ini. Tujuannya untuk memperbaiki psikologisnya usai mendekam di rumah tahanan.

"Ini saran mending break dulu sampai pertengahan tahun agar relax. Hampir dua tahun underpreasure 3-5 bulan istirahat, psikologis tunggu baik sudah objektif. Dia sudah ready psikologis politiknya baik beliau bisa merapat ke banyak tempat," imbuh Muradi.

Sebelumnya, Djarot mengatakan Ahok setelah bebas dari penjara belum akan langsung terjun ke dunia politik. Namun, Djarot mengklaim, jika Ahok kembali berpolitik, mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan bergabung ke PDIP.

"Untuk masuk ke politik lagi itu nanti ya. Sekarang beliau berikan kesempatan untuk menikmati dunianya sendiri, untuk jalan-jalan dan Pak Basuki Tjahaja Purnama ini selama bekerja, berdinas, belum pernah jalan-jalan. Makanya akan kita kasih kesempatan untuk beliau jalan-jalan terlebih dahulu ya. Tapi kalau nanti masuk politik lagi beliau pilih PDIP, itu pasti," ucap Djarot. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini