Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

TPS di Sumsel Ini Diisi DPT Semua Laki-Laki dan NIK 'Hantu'

TPS di Sumsel Ini Diisi DPT Semua Laki-Laki dan NIK 'Hantu' Daftar NIK hantu. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Satu tempat pemungutan suara (TPS) di Provinsi Sumsel diduga diisi oleh daftar pemilih tetap (DPT) yang memiliki nomor induk kependudukan (NIK) 'hantu'. Seluruh DPT di TPS itu juga berjenis kelamin laki-laki.

Kasus itu ditemukan di TPS 040 Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Sumsel. Di kelurahan itu terdapat 41 TPS yang bakal menjadi lokasi pencoblosan.

Temuan itu pertama kali dilakukan oleh Musi Institute for Democracy and Electoral (MIDE) dari penelitian di situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dengan laman KPU.go.id.

Direktur MIDE Andika Pranata Jaya mengungkapkan, kejanggalan berawal dari tampilan NIK yang tercantum di TPS tersebut. Dari 174 mata pilih, NIK yang tercantum hampir semuanya 16041000******** dan berjenis kelamin laki-laki.

"Kami temukan kejanggalan di TPS itu, semuanya memiliki NIK yang sama dan laki-laki," ungkap Andika, Rabu (6/3).

Dari penelusuran, NIK tersebut bertolak belakang dengan ketentuan kependudukan dan pencatatan sipil. Disebutkan, 16 angka dalam NIK memiliki arti masing-masing. Dua angka pertama adalah kode provinsi, dua angka berikutnya adalah kode kabupaten/kota, dua angka kemudian kode kecamatan, dilanjutkan enam angka untuk mengetahui tanggal lahir, dan empat angka terakhir merupakan nomor antrean di Dukcapil.

"Kalau begitu, semua DPT di TPS itu lahir pada tanggal 00, tidak ada orang lahir di tanggal itu. Coba kita bandingkan dengan TPS lain, NIK DPT jelas," ujarnya.

Anehnya lagi, kata dia, selain tanggal lahir tak dicantumkan dalam NIK, mereka juga melakukan percobaan dengan menggunakan satu huruf di daftar nama dengan memakai nomor NIK kosong-kosong sampai delapan delapan digit.

"Saya coba pakai satu huruf, keluar nama lain dengan NIK yang sama, kami heran kenapa bisa begitu. Itu terjadi di TPS 040 juga TPS 041," terangnya.

Andika enggan menyebut kasus itu bertujuan penggelembungan suara. Hanya saja, dia heran kasus itu ditemukan di laman resmi KPU yang menginformasikan DPT seluruh Indonesia.

"Tidak tahu kenapa, ini baru temuan. Apa karena kesalahan sistem atau bagaimana," terangnya.

Dia mengaku sudah melaporkan temuan ini ke Bawaslu RI agar dapat ditindaklanjuti jika terjadi kesalahan. Sebab, pencoblosan tinggal dalam hitungan hari dan diharapkan tidak bermasalah.

"Sudah saya laporkan ke Bawaslu. Menurut saya perlu ditindaklanjuti," kata dia.

Sementara itu, Ketua KPU Lahat, Nana Priana menjelaskan, dua TPS tersebut berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Lahat dengan nomor TPS 040 dan TPS 041. Ia menegaskan jika di TPS 040 dihuni seluruh laki laki dan TPS 041 dihuni 18 orang perempuan.

"Benar, ada dua TPS di Lapas, yang satu semuanya laki-laki dan satunya lagi ada 18 perempuan," ujar Nana.

Diakuinya, pihaknya menemui kesulitan untuk mendata setiap warga binaan lantaran mayoritas tidak memiliki identitas yang lengkap. Data mereka saat ini tengah diverifikasi ulang dan perbaikan di tingkat PPS, PPK dan KPU.

"Kita berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk bisa memiliki identitas menggantikan NIK yang bernomor 00000000 (8 digit) di belakangnya," pungkasnya.

(mdk/bal)
ATAU
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Deretan TPS Unik, Bikin Nyaman Si Pemilih saat Nyoblos di Bilik Suara
Deretan TPS Unik, Bikin Nyaman Si Pemilih saat Nyoblos di Bilik Suara

Di TPS inilah, para pemilih akan menentukan pilihannya dengan mencoblos capres dan caleg pilihannya.

Baca Selengkapnya
Pemilih Pindah TPS Tak Bisa Pilih Caleg Sesuai Dapil Domisili
Pemilih Pindah TPS Tak Bisa Pilih Caleg Sesuai Dapil Domisili

Adapun hak pemilih di TPS telah disesuaikan dengan DPT.

Baca Selengkapnya
Cerita di Balik Nyasarnya 1.000 Lembar Surat Suara DPD RI Bengkulu ke Sumsel, Salah Siapa?
Cerita di Balik Nyasarnya 1.000 Lembar Surat Suara DPD RI Bengkulu ke Sumsel, Salah Siapa?

Dalam proses penyortiran, KPU Sumsel juga menemukan banyak surat rusak dan tak pantas dipakai.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Cara Pindah TPS Pemilu 2024, Diperpanjang hingga 7 Februari dengan Kriteria Tertentu
Cara Pindah TPS Pemilu 2024, Diperpanjang hingga 7 Februari dengan Kriteria Tertentu

Dengan batas waktu pindah TPS yang diperpanjang hingga 7 Februari bagi pemilih dengan kriteria khusus, mereka yang sedang jauh dari asal tetap memiliki haknya.

Baca Selengkapnya
NasDem Ungkap Isi Surat Pengunduran Diri Ratu Wulla Usai Raih Suara Terbanyak di Dapil NTT
NasDem Ungkap Isi Surat Pengunduran Diri Ratu Wulla Usai Raih Suara Terbanyak di Dapil NTT

NasDem telah membuat surat pengantar kepada KPU yang telah dikirimkan bersama surat pengunduran diri Ratu Wulla sebagai calon anggota DPR RI dapil NTT.

Baca Selengkapnya
DPTb Pemilu Adalah Daftar Pemilih Tambahan Pemilu, Ketahui Bedanya dengan DPK dan DPT
DPTb Pemilu Adalah Daftar Pemilih Tambahan Pemilu, Ketahui Bedanya dengan DPK dan DPT

DPTb Pemilu adalah daftar yang berisi pemilih tambahan yang dapat memilih dalam Pemilu, serta nama-nama pemilih yang tidak tercantum DPT.

Baca Selengkapnya
Ini 6 Syarat Pemilih dalam Pemilu 2024 Sesuai Undang-Undang, Ketahui Batas Waktu Memilih di TPS
Ini 6 Syarat Pemilih dalam Pemilu 2024 Sesuai Undang-Undang, Ketahui Batas Waktu Memilih di TPS

Berikut enam syarat pemilih dalam Pemilu 2024 sesuai dengan Undang-Undang berlaku.

Baca Selengkapnya
Penempatan Polisi di TPS Berdasarkan Kategori, Rawan hingga Kondusif
Penempatan Polisi di TPS Berdasarkan Kategori, Rawan hingga Kondusif

Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, sebanyak 11.385 personel dikerahkan mengawal pelaksanaan pemungutan suara.

Baca Selengkapnya
Partisipasi Pemilih di Jateng Capai 82,5 Persen, Masih Ada Pemilu Susulan di 114 TPS Lokasi Banjir Demak
Partisipasi Pemilih di Jateng Capai 82,5 Persen, Masih Ada Pemilu Susulan di 114 TPS Lokasi Banjir Demak

Ratusan TPS tersebut musti dilakukan pemilu susulan lantaran terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.

Baca Selengkapnya