Tolak Tes Baca Alquran, Tim Prabowo Bilang 'Capres Bukan Pemimpin Negara Syariah'

Senin, 31 Desember 2018 14:45 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Tolak Tes Baca Alquran, Tim Prabowo Bilang 'Capres Bukan Pemimpin Negara Syariah' Deklarasi Kampanye Damai. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Ikatan Dai Aceh mengundang para capres dan cawapres untuk tes baca Alquran. Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahaean menghormati ajakan tersebut. Namun, tes baca Alquran bukan hal tepat untuk memilih pemimpin nasional.

"Pertama kita menghormati dan menghargai usulan dari dai Aceh ya, yang menginginkan tes Alquran bagi capres. Tapi kita harus melihat bahwa capres bukan pemimpin negara syariah. Bahwa kita sedang mencari pemimpin nasional, seorang presiden yang memimpin kemajemukan," kata Ferdinand saat dihubungi wartawan, Senin (31/12).

Dia menuturkan, ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang menyatukan berbagai macam keberagaman dan kemajemukan. Maka dari itu tidak diperlukan tes Alquran. Sebabnya, yang dibutuhkan bangsa adalah pemimpin adil, makmur dan membawa masyarakat sejahtera.

"Tidak hanya sekadar baca Alquran. Dan itu tidak ada aturan formil ya untuk syarat capres dan cawapres," ucapnya.

Di sisi lain, politikus Partai Demokrat tersebut menghormati pemerintah Aceh yang berjalan dengan sistem syariah. Yaitu setiap pemimpinnya harus mampu membaca Al-quran dan mengaji.

"Sehingga negara republik Indonesia memberi keistimewaan itu untuk Aceh. Tapi tidak boleh mengadopsi seluruh yang ada di Aceh menjadi berlaku nasional. Nanti justru toleransi di negara kita menjadi berantakan, menjadi kacau. Ini harus dipahami betul," tutupnya.

Sebelumnya, Indonesia menggelar perhelatan politik besar di 2019 mendatang, yakni Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Dewan Ikatan Dai Aceh mengundang dua pasangan capres-cawapres mengikuti uji kemampuan membaca Alquran.

"Kami akan mengundang kedua pasangan calon untuk mengikuti uji mampu membaca Alquran. Tes membaca Al Quran, Surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada tanggal 15 Januari 2019," kata Ketua Dewan Ikatan Dai Aceh Tgk Marsyuddin.

Hal itu disampaikannya pada konferensi pers bertemakan Akhiri Polemik Keislaman Capres dan Cawapres dengan Uji Baca Al Quran, di Banda Aceh. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (29/12). [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini