Tolak jargon kandang Banteng, Golkar ingin lebatkan beringin di Jawa Tengah

Kamis, 1 Februari 2018 12:06 Reporter : Dian Ade Permana
Tolak jargon kandang Banteng, Golkar ingin lebatkan beringin di Jawa Tengah Pengumuman pasangan cagub dari PDIP. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Tak hanya Sudirman Said, Partai Golkar juga merasa jargon Jawa Tengah sebagai kandang banteng tidak tepat. Ketua Harian DPD Golkar Jawa Tengah, Iqbal Wibisono mengatakan, menilik sejarahnya, partai berlambang pohon beringin justru lebih dominan daripada PDIP. Iqbal menegaskan bahwa tidak tepat jika Jawa Tengah disebut kandang banteng.

"Memang potensi PDIP luar biasa. Namun tidak tepat jika Jawa Tengah disebut sebagai kandang banteng. Namun nasionalis religius, karena Jawa Tengah merupakan representasi nasional," katanya, Kamis (1/2).

Dia mengklaim justru kader partainya yang lebih banyak sebagai Gubernur Jawa Tengah dibanding PDIP. PDIP tercatat baru dua kali mengantarkan kadernya menduduki kursi Gubernur Jateng, yakni Bibit Waluyo dan Ganjar Pranowo.

Sementara di tingkat kabupaten/kota, saat ini Partai Golkar menempatkan 10 kadernya di kursi bupati/walikota maupun wakilnya. Daerah yang dipimpin kader Golkar antara lain Kabupaten Batang, Kota Demak, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banjarnegara, Kota Tegal, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang.

"Sementara di tingkat gubernur, Golkar mampu mengantarkan setidaknya lima kadernya, yakni Munadi, Parjo, Ismail, Wardi, dan Mardiyanto pada periode awal," kata Iqbal.

Iqbal tidak menepis bahwa PDIP sangat perkasa saat ini dan berhasil mendominasi eksekutif dan legislatif. "Tapi ingat, capaian di DPRD Jateng PDIP tidak pernah mencapai 50 persen plus, sementara Golkar pernah mencapai 67 persen. Saat ini, PDIP menguasai DPRD Jateng dengan 27," kata Iqbal.

Iqbal menegaskan saat ini adalah momentum untuk mengembalikan lebatnya beringin di Jawa Tengah. Beringin yang dimaksud adalah Golkar.

"Ada beberapa ikhtiar yang kami lakukan. Pertama, saat ini daerah pilihan terbagi menjadi 13, minimal setiap dapil memperoleh dua kursi. Minimal nanti harus 20 kursi, beringin di Jateng harus kembali lebat," imbuhnya.

Di Jawa Tengah, Golkar tidak ingin jadi partai yang hanya berjalan di pedestrian namun harus menikmati jalan di tengah.

Sebelumnya, saling sindir ungkapan Kandang Banteng dan Kandang Semut dilontarkan calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said dengan politisi PDIP Agustina Wilujeng dan Hasto Kristianto. Sudirman Said merasa tidak nyaman jika Jawa Tengah disebut sebagai Kandang Banteng.

Saat ini, Partai Gokar bersama Partai Demokrat dan Partai Nasdem mengusung kader PDIP dan PPP, pasangan gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo – Taj Yasin.
Sementara itu, pasangan Sudirman Said – Ida Fauziah diusung Partai Gerindra, PKB, PKS dan PAN. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini