TKN Soal Menteri: Jokowi Ingin Memberikan Ruang untuk Anak Muda

Selasa, 14 Mei 2019 11:48 Reporter : Ahda Bayhaqi
TKN Soal Menteri: Jokowi Ingin Memberikan Ruang untuk Anak Muda Jokowi usai peresmian Tol Malang-Pandaan. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo tertarik merekrut anak muda sebagai menteri dalam Kabinet Kerja periode kedua. Menurut Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga, Jokowi ingin memberikan ruang lebih kepada anak muda di pemerintahan.

"Sekarang yang muda banyak yang matang. Bapak Jokowi memang ingin memberi ruang untuk yang muda-muda," ujar Arya ketika dihubungi merdeka.com, Selasa (14/5).

Arya menyebut, banyak nama tokoh muda yang pantas menjadi calon menteri.

"Rata-rata di TKN yang bekerja untuk pak Jokowi kan muda-muda," ucap Ketua DPP Perindo itu.

Arya mengkonfirmasi Jokowi sudah membicarakan menteri dengan elite koalisi di restoran Heritage, Menteng, 28 April lalu. Namun di sana, partai hanya diminta memberikan usulan.

"Tapi enggak sampai nama lah," imbuhnya.

Arya meyakini Jokowi akan mencari orang terbaik untuk mengisi kursi menteri pada periode kedua. Sebab, Jokowi sendiri mengatakan ingin 'gaspol'.

Kata dia, Jokowi akan mendengarkan saran masyarakat dan juga pertimbangan partai koalisi. Selain itu, Jokowi sudah memiliki tim sendiri untuk menjaring calon anggota kabinet.

"Beliau independen pasti. Beliau banyak orang, banyak partai. Pasti bisa cari terbaik," tandasnya.


Untuk diketahui, pasangan capres cawapres Joko Widodo- Ma'ruf Amin sementara unggul lebih dari 15 juta suara dari pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. Ini berdasar Data Sistem Informasi Penghitungan Suara Komisi Pemilihan Umum, siang ini.

Situng telah memasukkan 657.095 tempat pemungutan suara (TPS) atau 80,78 persen dari 813.350 TPS.

Berdasarkan perolehan suara sementara di Situng, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapatkan 69.695.100 suara (56,32 persen), sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan 54.054.739 suara (43,68 persen). Selisih antara keduanya mencapai 15,6 juta suara.

Sementara dari 34 provinsi, empat provinsi telah menyelesaikan menyalin data Formulir C1 ke dalam Situng KPU, yakni Bengkulu, Bangka Belitung, Bali dan Gorontalo.

Dari keempat Provinsi tersebut, Jokowi unggul di tiga provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bali, dan Gorontalo dan Prabowo menang di Bengkulu.

Berikut rinciannya:

Kepulauan Bangka Belitung
Jokowi: 495.510 suara
Prabowo: 288.097 suara

Bali
Jokowi: 2.34.435 suara,
Prabowo: 212.577 suara

Gorontalo
Jokowi: 369.277 suara,
Prabowo: 344.653 suara.

Bengkulu
Jokowi: 582.741 suara
Prabowo: 585.499 suara

Data yang ditampilkan di Situng bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.

Data yang ditampilkan pada Situng KPU adalah data yang disalin sesuai dengan angka yang tertulis pada Salinan Formulir C1 yang diterima KPU Kabupaten/Kota dari KPPS.

Apabila terdapat kekeliruan pengisian data pada Formulir C1, dapat dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Apabila terdapat perbedaan data antara entri di Situng dan Salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai data yang tertulis di Salinan Formulir C1. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini