Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Gelar Debat Cawalkot Depok Tiga Kali

Kamis, 19 November 2020 09:47 Reporter : Fikri Faqih
Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Gelar Debat Cawalkot Depok Tiga Kali Ilustrasi debat pilkada. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - KPU Kota Depok, Jawa Barat, berencana menggelar debat bagi pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok pada Pilkada 2020 sebanyak tiga kali. Tujuannya guna meningkatkan partisipasi pemilih.

"Iya tiga kali debatnya. Saya berharap debat publik ini bisa meningkatkan partisipasi pemilih," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok Nana Shobarna, Kamis (19/11).

Untuk debat pertama digelar pada Minggu (22/11) di televisi iNews pada pukul 15.00-17.00 WIB. Dia mengungkapkan, debat publik pertama Pilkada Depok bertema tata kelola pemerintahan, pelayanan publik dan hukum di Kota Depok dalam era kebiasaan baru.

Sedangkan debat kedua pada tanggal 30 November 2020 di KompasTV pukul 19.00-21.00 dan debat ketiga pada tanggal 4 Desember 2020 di TVOne pukul 19.00-21.00. Sedangkan kampanye berakhir pada tanggal 5 Desember 2020.

Setelah itu memasuki masa tenang selama tiga hari (6-8 Desember 2020) dan pencoblosan dilakukan pada 9 Desember 2020. Lebih, dia mengatakan, pihaknya juga menyiarkan di Channel YouTube kpukotadepok untuk menyaksikan debat tersebut.

Sementara itu, Anggota Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini mengingatkan, agar debat publik jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban dan harus dibuat mampu mengelaborasi gagasan, program, dan kapasitas calon secara maksimal

Dia menerangkan, pilkada kali ini memiliki tantangan yang cukup berat karena digelar dalam kondisi pandemi Covid-19. Jangan monoton, atau sekadar menggugurkan kewajiban pasangan calon dalam tahapan kampanye Pilkada 2020.

"(Seharusnya) debat di masa pandemik sangat strategis karena bisa menjangkau pemilih lebih masif melalui media penyiaran," ucapnya.

Pilkada memiliki sejumlah tantangan utama karena harus berlangsung di tengah pandemik Covid-19. Kualitas dan kuantitas partisipasi pemilih di masa kampanye menurun.

"Kualitas kompetisi yang bebas dan adil (kompetisi yang kompetitif) bisa terdistorsi karena batasan-batasan kandidat dalam menjangkau pemilih akibat pandemik Covid-19," tutupnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini