Timses Jokowi Tanggapi Desakan Amien ke Muhammadiyah: Ketidakdewasaan Berpolitik

Rabu, 21 November 2018 14:40 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Timses Jokowi Tanggapi Desakan Amien ke Muhammadiyah: Ketidakdewasaan Berpolitik Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily. Dokumen Partai Golkar

Merdeka.com - Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi- Ma'ruf Amin Ace Hasan Syadzily menilai desakan Amien Rais agar Muhammadiyah segera bersikap di Pilpres tidak tepat. Menurutnya, jika Amien tetap mendikte Muhammadiyah mendukung salah satu pasangan calon menunjukkan ketidakdewasaan dalam berpolitik.

Padahal, kata Ace, dulu ketika Amien masih menjabat Ketum PAN juga tidak pernah mengarahkan Muhammadiyah mendukung paslon tertentu.

"Hanya karena beliau pendukung Prabowo-Sandi mau mendikte Muhamamdiyah mendukung paslon tertentu. Itu menunjukkan ketidakdewasaan politik sebagai politisi yang dikenal selalu menjaga demokrasi," kata Ace saat dihubungi merdeka.com, Rabu (21/11).

Ace memahami, maksud permintaan Amien agar Muhammadiyah memberikan dukungan untuk Prabowo-Sandi. Tapi, dia meyakini Prabowo tak akan dapat suara Muhammadiyah bila Amien terus memakai cara 'desakan' seperti itu.

"Kalau terus menerus seperti itu, saya tidak yakin Prabowo mendapatkan dukungan dari Muhammadiyah," tegasnya.

Sebagai seorang negarawan, lanjut Ace, Amien Rais seharusnya menjaga agar ormas seperti Muhammadiyah dan NU tidak diseret-seret ke dalam politik praktis.

"Sebetulnya secara orghanisasi Muhammadiyah dan NU tidak menunjukkan dukungan secara tegas, itu perlu terus dijaga bahwa citra ormas islam tidak terseret ke dalam politik praktis hanya untuk kekuasaan semata," ucapnya.

Sebelumnya, Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais menegaskan akan menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir jika organisasinya tidak bersikap pada Pemilihan Presiden 2019.

"Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nashir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di pilres. Kalau sampai seperti itu, akan saya jewer," ujar Amien Rais, di sela Tablig Akbar dan Resepsi Milad ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Selasa (20/11).

Menurut dia, bukan merupakan fatwa jika pimpinan menyerahkan sendiri-sendiri ke kader kepada siapa suaranya akan diberikan, sehingga dibutuhkan ketegasan demi terwujud pemimpin yang sesuai harapan.

PP Muhammadiyah, kata dia, tidak boleh diam saja atau tidak jelas sikapnya untuk menentukan pemimpin bangsa ini pada periode 2019-2024. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini