Timses Jokowi sebut masyarakat sudah tahu siapa 'politikus sontoloyo'

Rabu, 24 Oktober 2018 12:34 Reporter : Ahda Bayhaqi
Menaker Hanif dampingi Jokowi buka Munas IKA PMII. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai ucapan hati-hati terhadap politikus sontoloyo yang disampaikan Presiden Joko Widodo, merupakan pesan kepada semua elite politik karena cara berpolitik saat ini cenderung mengalami penurunan atau dekadensi.

"Beberapa pernyataan yang saya kira berhubungan antara lain, akhiri politik kebohongan, jangan hanya turun kalau mau pemilu atau pilpres, politik yang mengedukasi, akhiri politik SARA, kampanyekan hal-hal positif dan juga politik asal ngomong yang berdampak negatif dan politik menghalalkan segala cara," ujar Karding melalui pesan singkat, Rabu (24/10).

Ketika ditanya siapa politikus sontoloyo yang dimaksud Jokowi, mantan sekjen PKB itu enggan menunjuk hidung. Menurutnya masyarakat sudah tahu siapa yang disindir Jokowi.

"Jadi silakan meraba dan merasa sendiri. Anda politisi sontoloyo apa bukan?" ucapnya.

Karding menambahkan, pernyataan politikus sontoloyo tidak datang secara spontan. Tetapi merupakan puncak kegeraman Jokowi. Supaya politik kembali ke jalan yang benar. Sehingga momentum Pilpres ini untuk mendapatkan pemimpin terbaik yang dipilih secara demokratis.

"Saya kira ujung atau puncaknya pernyataan politisi sontoloyo itu beliau melihat bahwa fenomena ini harus dicegah agar politik kita kembali ke rel yang benar, berkualitas, dan marwahnya terjaga," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo geram lantaran rencana penganggaran Dana Kelurahan jadi polemik. Dia heran niat baik pemerintah ingin membantu rakyat justru dipolitisasi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu lantas mengingatkan rakyat agar hati-hati dengan para politikus. Sebab, kata dia, ada banyak politikus baik di Tanah Air, namun ada juga politikus sontoloyo.

"Hati-hati banyak politikus baik-baik tapi banyak juga politikus sontoloyo. Kita lihat mana yang bener mana yang enggak betul. Kita lihat jangan sampai dibawa oleh politikus-politikus hanya untuk kepentingan sesaat, memudarkan kesatuan persatuan dan persaudaraan kita," pesannya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini