Hot Issue

Teror Diskusi Pemakzulan, Penguasa Disudutkan

Rabu, 3 Juni 2020 11:47 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Teror Diskusi Pemakzulan, Penguasa Disudutkan istana merdeka. blogspot.com

Merdeka.com - Diskusi Fakultas Hukum UGM bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan' berbuntut panjang. Tema diskusi virtual itu berbuah teror kepada pembicara, moderator maupun narahubung yang namanya tertera dalam poster.

Teror yang menyasar mereka beragam, mulai dari pengiriman pemesanan ojek online ke kediaman, teks ancaman pembunuhan, telepon, hingga adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka. Bahkan, teror merembet hingga menyasar nomor telepon orang tua para mahasiswa tersebut.

Diskusi virtual yang akan digelar Jumat (29/5) itu akhirnya batal digelar karena jadi kontroversi. Gara-gara teror diskusi UGM terkait pemakzulan presiden itu, penguasa mulai disudutkan.

Satu persatu pegiat hukum, LSM hingga tokoh nasional mempermasalahkan teror tersebut sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menilai pemberangusan terhadap kebebasan berpendapat merupakan langkah awal pembodohan terhadap kehidupan bangsa.

"Kalau ada pembungkaman kampus, pembungkaman akademik, pemberangusan mimbar akademik, itu sebenarnya bertentangan secara esensial dengan mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Din dalam diskusi yang disiarkan melalui YouTube Mahutama, Senin (1/6).

Din mengaku sangat terganggu jika ada rezim yang cenderung otoriter, represif dan antikebebasan berpendapat. Padahal, kebebasan berpendapat sudah diatur dalam Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945.

Dia kemudian memaparkan perspektif Islam terhadap kebebasan berpendapat. Dia menyebut, Islam sangat membuka ruang kebebasan berpendapat seluas-luasnya. Dia juga menggambarkan bagaimana Tuhan memberikan ruang kebebasan kepada malaikat saat proses penciptaan manusia terjadi.

"Ketika Adam diciptakan dan malaikat diminta untuk bersujud kepada Adam, malaikat bertanya adakah engkau menciptakan makhluk yang senantiasa menumpahkan darah dan membuat kerusakan di muka bumi? Allah sang pencipta tidak membungkamnya, hanya menyatakan Aku lebih tahu tentang apa yang engkau tidak tahu," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Tiga Syarat Kepala Negara Bisa...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini