Tarik SPDP Prabowo, Fadli Zon Nilai Bukti Polisi Tidak Profesional

Selasa, 21 Mei 2019 13:26 Reporter : Sania Mashabi
Tarik SPDP Prabowo, Fadli Zon Nilai Bukti Polisi Tidak Profesional Fadli Zon. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengomentari penarikan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) untuk ketua umumnya yakni Prabowo Subianto atas dugaan kasus makar. Fadli menilai penarikan surat tersebut menandakan Kepolisian tidak profesional.

"Ini kan menunjukkan ketidak profesionalan kan sangat jelas apa namanya kalau tidak profesional," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5).

Menurutnya selama ini ucapan Prabowo selalu berdasarkan konstitusi. Karena itu, Fadli menilai SPDP itu terlalu mengada-ada.

"Saya kira itu omong kosong lah ya. Jadi apa yang dikatakan Pak Prabowo selama ini konstitusional, jangan mengada-ada apalagi kalau ada orang laporan langsung dipanggil," ungkapnya.

Tambahnya, Polisi juga sangat terlihat menjadi alat kekuasaan. Padahal, Polisi adalah salah pilar penegakan hukum.

"Kita ini berbagai ras keberagaman menyatukan kita salah satunya di dalam konstitusi kita di dalam hukum dan pemerintahan tanpa ada kecuali. Tapi kalau kita lihat hukum itu hanya untuk penguasa saya kira itu sangat berbahaya nanti," ucapnya.

Diketahui, Polda Metro Jaya mengaku telah menarik SPDP dengan terlapor Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sudah terlanjur beredar, kini Polda Metro menyebut SPDP tersebut belum diperlukan.

"Bapak Prabowo merupakan tokoh bangsa yang harus dihormati. Dari analisis penyidik bahwa belum waktunya diterbitkan SPDP karena nama Pak Prabowo hanya disebut namanya oleh tersangka Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dalam pesan singkat, Selasa (21/5). [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini