Hot Issue

Tantangan Anies-AHY dan Peluang Melawan Ganjar Pranowo

Minggu, 2 Oktober 2022 06:02 Reporter : Merdeka
Tantangan Anies-AHY dan Peluang Melawan Ganjar Pranowo Potret Kebersamaan Anies-AHY, JK dan Surya Paloh. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Sinyal duet Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 semakin menguat. Meski banyak pihak menilai peluang menang Anies-AHY tinggi, bukan berarti tidak ada persoalan bagi keduanya.

Manajer program Saiful Munjani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad menyampaikan beberapa persoalan bakal jadi tantangan Anies-AHY menuju Pilpres 2024.

Persoalan pertama terkait syarat usung capres dan cawapres. Saidiman mengatakan, pasangan ini masih terkendala syarat perolehan suara di legislatif yang belum tercukupi. Selain Demokrat, hingga kini partai yang kemungkinan besar turut mendukung Anies-AHY adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurut Saidiman, meskipun Demokrat membangun koalisi dengan PKS, gabungan perolehan suara kedua partai tersebut belum bisa memenuhi syarat pencalonan di Pilpres.

Perlu diketahui, hanya partai atau koalisi partai yang berhasil memperoleh minimal 25 persen suara atau 20 persen kursi di DPR, dapat mengusung capres dan cawapres. Kebijakan itu berdasarkan UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, dan peraturan teknis lainnya.

Karena itu, lanjut Saidiman, Anies-AHY perlu mencari satu partai pengusung tambahan. Sejauh ini partai yang sering digadang-gadang ikut koalisi Demokrat-PKS adalah NasDem. Namun, dia juga belum bisa memastikan arah koalisi NasDem.

"Kalau Nasdem gagal bergabung dengan PKS dan Demokrat, artinya dua partai ini masih belum aman untuk mengajukan calon. Mereka harus mencari partai yang lain (untuk koalisi)," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (30/8).

Sehingga, saat ini syarat tersebut menghalangi Anies-AHY jika benar bakal dipasangkan. Menurut Saidiman, pemenuhan suara legislatif perlu menjadi fokus pertama sebelum berbicara peluang menang mereka.

"Belum aman dari sisi diajukan sebagai capres-cawapres. Kan dia (Anies-AHY) harus melewati fase itu dulu, baru kemudian bicara apakah mereka punya peluang," ucapnya.

Persoalan berikutnya dihadapi Anies-AHY ialah jika Ganjar Pranowo turut maju pada Pilpres nanti. Saidiman berpandangan, tantangan berat bagi Anies-AHY apabila harus bersaing dengan Gubernur Jawa Tengah tersebut. Pasalnya berbagai survei menunjukkan, elektabilitas Ganjar masih unggul jauh dibandingkan Anies, terlebih AHY.

Reporter Magang: Michelle Kurniawan

2 dari 2 halaman
tantangan anies-ahy dan peluang melawan ganjar pranowo

"Tetapi kalau ada nama Ganjar Pranowo, di situ tantangan terbesarnya. Ada peluang (buat Anies-AHY) tetapi menjadi lebih kecil karena suara Ganjar lebih dominan sampai sekarang ini," kata dia

Kendati begitu, Saidiman tak menampik peluang cerah Anies-AHY di Pilpres 2024. Bahkan, dia berpendapat pasangan ini sudah punya basis pendukung yang besar.

"Sepertinya Anies menampung aspirasi masyarakat yang cukup anti terhadap pemerintahan sekarang. Jadi kekuatan yang kontra pemerintah itu nampaknya berkumpul di Anies Baswedan. Kemudian kalau kita membayangkan bahwa dia didukung oleh PKS dan Demokrat itu masuk akal. Jadi ada peluang dari sisi itu," ujarnya.

Saidiman melihat Ketua Umum Demokrat yang kerap disapa AHY sebagai sosok paling tepat bersanding dengan Anies pada Pilpres 2024. Sebab, AHY punya keunggulan yang mampu melengkapi kekurangan Anies.

"Saya kira diantara tokoh-tokoh yang ada, memang paling ideal (untuk Anies) adalah Pak AHY. Karena dia punya partai tetapi juga cukup populer," tandas dia.

Terkait siapa di antara Anies dan AHY yang bakal mengisi posisi capres, Saidiman menjelaskan seorang capres harus memiliki penerimaan publik yang kuat. Oleh karenanya, dia menilai Anies layak maju sebagai capres, sementara AHY jadi calon wakilnya.

"Kalau kita lihat dari tingkat penerimaan publik yang ideal tentu saja Anies Baswedan (jadi capres) karena dia mendapatkan dukungan lebih baik dibandingkan AHY sekarang. Tetapi, itu juga perlu negosiasi karena yang punya partai AHY. Sementara Anies kan tidak punya partai," katanya. [rhm]

Baca juga:
PDIP Sulit Jawab Kapan Puan Maharani Bisa Bertemu AHY
Bicara Demokrasi, Anies: Lawan Diberi Kesempatan, Tak Ada Upaya Eliminasi
Bambang Pacul 'Semprot' Relawan Pendukung Ganjar: Kenapa Tak Izin Megawati?
Analisis Ganjar-Sandi Mudah Kalahkan Anies-AHY di 2024
PPP Buka-Bukaan Nama Capres: Anies, Ganjar, Prabowo hingga Sandiaga Uno
Anies Baswedan: Polarisasi Itu Sesuatu yang Wajar

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini