Tanggapi RK, Demokrat Sebut Baliho Efektif Bantu Naikkan Popularitas

Senin, 18 Oktober 2021 20:14 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Tanggapi RK, Demokrat Sebut Baliho Efektif Bantu Naikkan Popularitas Ridwan Kamil Terima Kunjungan Komisi DPRD DKI Jakarta di Gedung Sate. ©2021 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau menilai kampanye lewat baliho sudah ketinggalan zaman. Saat ini, masyarakat lebih melek teknologi dan mengkonsumsi segala macam informasi lewat internet termasuk sosial media.

Deputi Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengakui kampanye medsos lebih efektif untuk kekinian. Namun, bukan berarti kampanye baliho sudah tidak relevan.

"Untuk segmen generasi Y dan Z memang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya dalam hal penggunaan instrumen untuk penyampaian pesan, iklan atau media kampanye. Generasi ini lebih dekat dan familiar dengan media sosial, karenanya penggunaan media sosial dan bentuk digital kampanye lainnya akan jauh lebih efektif," kata Kamhar, Senin (18/10).

"Tapi bukan berarti media kampanye konvensional seperti billboard, baliho dan sejenisnya menjadi anakronis atau tak relevan," sambungnya.

Menurutnya, ada berbagai pertimbangan ketika memilih baliho sebagai media kampanye. Dia bilang, baliho masih dipandang efektif secara umum bagi seluruh generasi meski kurang optimal bagi generasi milenial perkotaan utamanya di kota-kota besar.

"Namun untuk masyarakat daerah atau di kota-kota kecil, ini masih terbilang efektif. Masih menjadi perhatian dan menjangkau semua lapisan," jelasnya.

Kamhar mengatakan, memasang baliho masih efektif membantu menaikan popularitas. Tetapi tak bisa menjadikan baliho sebagai satu-satunya pilihan alat.

Dia menyebut, ada perbedaan psikologis tersendiri ketika merespon atau menyaksikan iklan politik melalui baliho dibandingkan dengan media sosial. Karenan itu, baliho masih menjadi salah satu pilihan bagi para politisi.

"Jika media sosial dalam bentuk digital, hanya bisa diakses menggunakan gadget, maka baliho bisa tampak langsung oleh semua, apalagi jika berada di titik-titik strategis. Jadi sebaiknya semuanya digunakan untuk mengoptimalkan jangkauan dan sasaran yang ditarget," pungkasnya.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Kang Emil menilai kampanye lewat baliho sudah ketinggalan zaman. Saat ini, masyarakat lebih melek teknologi dan mengkonsumsi segala macam informasi lewat internet termasuk sosial media.

Hal itu dikemukakan Kang Emil menjadi narasumber Musyawarah Nasional Alim Ulama PPP di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang.

"Jadi generasi Z ini tidak mengonsumsi PPP lewat baliho, tapi lewat handphone. Jadi kalau kader PPP masih 'maen' baliho itu ketinggalan zaman dan baliho itu mahal. Kalau ingin PPP bangkit investasikan ke cara generasi baru. Ubah cara dakwah politiknya, jauhi cara konvensional," kata dia dilansir Antara, Senin (18/10).

Kang Emil, begitu dia disapa, menyarankan agar para kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) harus inovatif dalam berkampanye seperti berkampanye sesuai dengan kondisi zaman saat ini.

"Cara menarik simpati masyarakat tak bisa lagi pakai cara konvensional. Saya itu mengamati dari dulu tahun 1955 sampai pemilu kemarin. Kenapa persentase partai Islam tak signifikan padahal umat Islam 90 persen tapi ketika nyoblos enggak ke partai muslim," kata Kang Emil. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini