Tanggapan Kubu Jokowi dan Prabowo soal Tes Baca Alquran

Jumat, 4 Januari 2019 06:00 Reporter : Syifa Hanifah
Tanggapan Kubu Jokowi dan Prabowo soal Tes Baca Alquran Jokowi dan Prabowo. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Dewan Ikatan Dai Aceh mengundang dua pasangan Capres-Cawapres, Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mengikuti uji kemampuan membaca Alquran. Nantinya Hasil tes membaca Alquran tidak akan mempengaruhi keputusan KPU.

"Tes membaca Al Quran, Surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada tanggal 15 Januari 2019," kata Ketua Dewan Ikatan Dai Aceh Tgk Marsyuddin.

Rencana itu langsung mendapat tanggapan beragam dari kubu Jokowi dan Prabowo. Berikut tanggapannya:

1 dari 4 halaman

Bukan Negara Syariah

ferdinand hutahaean. ©2018 Merdeka.com/hari ariyanti

Koalisi Prabowo adalah pihak yang menolak adanya tes membaca Alquran. Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahaean mengatakan tes baca Alquran bukan hal tepat untuk memilih pemimpin nasional. Dia menuturkan, ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang menyatukan berbagai macam keberagaman dan kemajemukan.

Karena itu tidak diperlukan tes Alquran. Sebab, yang dibutuhkan bangsa adalah pemimpin adil, makmur dan membawa masyarakat sejahtera. "Tapi kita harus melihat bahwa capres bukan pemimpin negara syariah. Bahwa kita sedang mencari pemimpin nasional, seorang presiden yang memimpin kemajemukan," kata Ferdinand.

2 dari 4 halaman

Tes Baca Alquran Tidak Tepat

Amien Rais. ©2013 Merdeka.com

Amien Rais menganggap undangan tes membaca Alquran bagi pasangan capres-cawapres sebagai hal lucu. Menurutnya, tes baca Alquran bukan ukuran untuk menentukan siapa yang lebih baik.

Amien menyebut jika usulan tes membaca Alquran lebih tepat dipakai untuk pimpinan pondok pesantren atau organisasi Muhammadiyah. Syarat membaca Alquran itu dipandang Amien lebih cocok untuk memilih pimpinan organisasi yang punya basis agama.

"Kalau pimpinan pondok boleh lah ya. Jadi memaksa harus ujian Alquran itu enggak tepat. Tapi kalau misalnya Muhammadiyah mau muktamar, supaya PP (Pengurus Pusat) yang dipilih yang bisa baca Alquran, saya setuju," kata Amien.

3 dari 4 halaman

Tes Baca Alquran Bukan Politik Identitas

Abdul Kadir Karding. ©2018 Liputan6.com/Johan Tallo

Jika kubu Prabowo menolak untuk tes baca Alquran, berbeda dengan kubu Jokowi yang akan menerima tes tersebut. Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai tes membaca Alquran bukan politik identitas.

Sebab, ide itu datang langsung dari masyarakat, bukan diusulkan pasangan calon. Atas dasar itulah, menurutnya, kubu Prabowo-Sandi tak perlu menolak tes tersebut. "Uji baca Alquran yang diajukan ulama dan masyarakat Aceh kepada para capres cawapres bukanlah politik identitas karena ia datang dari keinginan masyarakat sendiri," jelas Kadir.

4 dari 4 halaman

Siap Penuhi Undangan Tes Baca Alquran

Cawapres Maruf Amin. ©Istimewa

Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengaku siap memenuhi undangan dari masyarakat Aceh. "Jadi kalau saya diundang untuk dites, siap sekali," jelasnya di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (30/12).

Ma'ruf menyadari, ini adalah keinginan dari masyarakat Aceh meskipun tes membaca Alquran bukan syarat bagi calon pemimpin. "Kita tak ingin bilang perlu atau tak perlu. Tapi kalau ada ide, kita diundang, kita siap. Bukan soal perlu atau tidak perlu. Itu kan keinginan masyarakat sendiri," ujarnya. [has]

Baca juga:
PA 212 Tolak Capres Baca Alquran: Kalau Dua-duanya Enggak Bisa Mau Digugurkan?
Timses Jokowi: Kita Tunggu Kehadiran Prabowo di Aceh untuk Tes Baca Alquran
Tes Baca Alquran untuk Capres Cawapres Dinilai Tak Relevan
Sandiaga Uno Siap Tes Baca Alquran Asalkan Sesuai Keputusan KPU
Timses Jokowi-Ma'ruf: Tes Baca Alquran Bukan Politik Identitas
Tolak Tes Baca Alquran, Tim Prabowo Bilang 'Capres Bukan Pemimpin Negara Syariah'

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini