Tak Hanya Purnawirawan TNI, Inilah 3 Mantan Kapolri Pendukung Jokowi

Selasa, 12 Februari 2019 05:30 Reporter : Syifa Hanifah
Tak Hanya Purnawirawan TNI, Inilah 3 Mantan Kapolri Pendukung Jokowi Ratusan Purnawirawan TNI-Polri dukung Jokowi-Maruf. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Dukungan terus mengalir untuk pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin. Kali ini dukungan datang dari ratusan Purnawirawan TNI-Polri. Mantan KSAL Laksamana TNI (Purnawirawan) Arief Koeshariadi mengatakan alasan mendukung karena semangat dan optimisme kerja nyata yang ditunjukkan Jokowi 4 tahun terakhir.

"Maka, kami dengan bulat mendukung Bapak Ir. Haji Joko Widodo dan Bapak Profesor Dr. K.H. Ma'ruf Amin, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2014, dalam melanjutkan pembangunan sesuai Nawa Cita 2," ungkap Arief.

Bukan hanya mantan jenderal TNI, mantan Kapolri juga ikut mendukung Jokowi-Ma'ruf. Berikut ini mantan Kapolri yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin:

1 dari 3 halaman

Roesmanhadi

Roesmanhadi. ©2015 Merdeka.com

Jenderal Pol (Purn.) Roesmanhadi mantan Kapolri periode 1998 sampai dengan 2000. Sebelumnya dia adalah Perwira Tinggi Mabes ABRI sebagai Staf Ahli Menhankam Bidang Kamtibmas.

Pendidikan militer yang pernah ditempuh oleh Roesmanhadi adalah, PTIK angkatan 11, Sespim Polisi tahun 1980, Sesko ABRI tahun 1990 dan kursus Lemhannas pada tahun 1992.

Jabatan pertama yang diemban Roesmanhadi setelah lulus PTIK adalah Irdin Res 86 Bandung Polda Jabar pada tahun 1969, kemudian meningkat terus hingga jabatan terakhir sebagai Staf Ahli Menhankam Bidang Kamtibmas yang diembannya sejak 15 Oktober 1997.

Roesmanhadi juga pernah menjabat Wakapolda Kalbar pada tahun 1991, Wakapolda Jatim pada tahun 1992, Kapolda Sumatera Utara pada tahun 1993, Kapolda Jatim pada tahun 1995, Demin Kapolri pada tahun 1996.

2 dari 3 halaman

Da'i Bachtiar

Ratusan Purnawirawan TNI-Polri dukung Jokowi-Maruf. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Jenderal Polisi (Purn.) Da'i Bachtiar pernah menjabat sebagai Kapolri dari 29 November 2001 hingga 7 Juli 2005. Dia juga mantan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia sejak 8 April 2008 sampai September 2012.

Da'i Bachtiar sempat menjabat sebagai Staf Ahli Kapolri untuk selanjutnya menjabat Kepala Dinas Penerangan Polri pada 1998. Da`i juga pernah menjabat posisi bergengsi, yaitu saat ia dipercaya sebagai Komandan Korps Serse Polri.

3 dari 3 halaman

Surojo Bimantoro

Ratusan Purnawirawan TNI-Polri dukung Jokowi-Maruf. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Jenderal Polisi (Purn.) Surojo Bimantoro dia menjabat Kapolri di periode Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dari 23 September 2000 hingga 21 Juli 2001. Dia diberhentikan sebagai Kapolri, padahal jabatan yang dia emban. Pemberhentian menuai polemik dipicu karena diadakannya kembali jabatan Wakapolri oleh Presiden Gus Dur.

Ketika itu Gus Dur menunjuk dan mengukuhkan Jenderal Chairuddin Ismail sebagai Wakil Kepala Polri. Padahal waktu itu, jabatan wakil kepala Polri sudah dihapus. Bimantoro lantas digantikan oleh Jenderal Polisi Chairuddin Ismail yang menjabat sebagai Kapolri dari 2 Juni 2001 hingga 7 Agustus 2001.

[has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini