Tak boleh berpartai, Sultan emoh jadi Jurkam Prabowo-Hatta

Senin, 26 Mei 2014 15:30 Reporter : Kresna
Tak boleh berpartai, Sultan emoh jadi Jurkam Prabowo-Hatta Sri Sultan HB X. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Wacana yang dilontarkan ketua umum Partai Gerindra, Suhardi untuk menggaet Sri Sultan Hamengkubuwono X menjadi juru kampanye partai Gerindra terancam gagal. Meski Suhardi pernah mengatakan akan melakukan pendekatan kepada orang nomor satu di Yogyakarta itu untuk menjadi jurkam capres Prabowo, namun hingga kini Sultan belum berkomunikasi dengan Suhardi.

Sebelum tawaran tersebut datang langsung dari Suhardi, Sultan yang ditemui di kompleks Kepatihan Yogyakarta, menegaskan bahwa dia tidak berpihak pada capres mana pun.

"Saya itu secara undang-undang tidak boleh berpartai," kata Sultan, Senin (26/05).

Meski disebut-sebut sebagai kader partai Golkar yang kini berkoalisi mendukung capres Prabowo, Sultan mengingatkan kembali bahwa dia bukan kader partai sehingga dia tidak memiliki kapasitas untuk menjadi Jurkam baik untuk Prabowo atau pun Jokowi.

"Saya kan ya bukan kader partai, jadi kenapa harus jadi Jurkam," ujarnya.

Dia menegaskan, jika nanti akan ada pinangan dari partai Gerindra untuk menjadi jurkam capres Prabowo, Sultan memastikan akan menolaknya. Dia berpegang bahwa posisinya sebagai Gubernur dan Sultan yang diatur dalam undang-undang keistimewaan Yogyakarta tidak boleh berpartai.

"Nanti ya saya tidak bersedia, saya kan tidak boleh berpartai," tegasnya. [hhw]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini