Surya Paloh klaim kader NasDem 15 juta orang

Senin, 3 Februari 2014 02:03 Reporter : Moch. Andriansyah
Surya Paloh klaim kader NasDem 15 juta orang Surya Paloh mengukuhkan pengurus DPP Nasdem. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh sangat yakin kalau partai yang dinahkodainya mampu mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Sebab menurutnya, jumlah anggota partainya di seluruh Tanah Air terus bertambah.

"Terus bertambahnya jumlah anggota Partai NasDem di seluruh nusantara ini, perubahan untuk Indonesia lebih baik akan segera bisa terwujud. Sampai sekarang, lebih 15 juta orang sudah tercatat sebagai anggota NasDem, mari wujudkan perubahan bersama-sama," kata Surya Paloh di acara konsolidasi politik bertema: NasDem Bersalawat, Beristighosah, dan Berdoa untuk Sukses Pemilu 2014, Minggu (2/2).

Di acara yang dihelat di kompleks Green Garden, Kecamatan Bunder, Gresik, Jawa Timur itu, Surya Paloh mengajak ribuan kadernya dan masyarakat Kota Pudak untuk memilih nomor 1 di Pemilu 2014 nanti.

"Dengan ridho Allah, lihat tanda-tanda zaman, lihat tanda zaman, tarik nomor satu, dan ikut Pemilu ini. InsyaAllah menjadi nomor  satu," ucapnya.

Selain itu, Surya Paloh juga menyoroti persoalan hukum di negeri ini. Menurutnya, banyak peraturan dan undang-undang yang dibuat bersama parlemen, namun kenyataan, persoalan demi persoalan masih terus terjadi.

"Negara suka membuat undang-undang baru secara terus-menerus, tapi tak pernah perhatikan apakah rakyat menaatinya. Rakyat bukan taat, tapi justru mensiasatinya. Rakyat sudah lelah dan bosan dengan sikap pemimpin yang tidak tegas dan terkesan peragu dalam menjalankan kebijakan selama ini," sindir dia.

Karena tidak menghadirkan pemimpin yang memberi contoh keteladanan, lanjut dia, rakyat makin bingung. "Kalau iya ya iya, tidak ya tidak. Lain ucapan, lain perbuatan. Ini contoh banyak pemimpin di negeri ini, yang mengatakan iya tapi kenyataannya tidak," tandas dia.

Selain itu, Paloh menantang ribuan kadernya untuk jujur dan memenangkan Pemilu 2014. Selanjutnya, Bos Media Grup itu juga menyempatkan diri ziarah ke Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik.

Sementara dalam pertemuan yang diikuti semua calon legislatif (Caleg) DPR RI, DPRD Jawa Timur dan Kabupaten Gresik serta Lamongan itu, dalam sambutannya, Surya Paloh menantang kejujuran kader partainya untuk tetap setia berpihak kepada rakyat.

"Khusus kader di Gresik dan Lamongan, apakah kalian jujur dan siap memenangkan partai? Kalau siap dan jujur, lakukanlah untuk membangun bangsa dan negara menjadi lebih baik. Jangan khianati amanah rakyat," tantang Paloh.

Dia juga mengingatkan, mengemban amanah rakyat adalah niat suci dan kader Partai NasDem wajib sekuat tenaga memperjuangkan hak-hak rakyat yang selama ini terabaikan.

"Kondisi ekonomi sekarang belum memberikan keadilan bagi masyarakat. Sandang, pangan, masih impor. Sumber daya alam hebat melimpah, tapi belum mampu mengolahnya dengan baik, maka orang miskin makin banyak di negeri yang kaya raya ini," katanya.

Partai NasDem, lanjut dia, siap berjuang bersama rakyat untuk mewujudkan Indonesia baru sebagai negeri yang hebat dan bermartabat di mata internasional.

"Bangsa ini memerlukan gerakan baru. Cukup sudah sifat kepura-puraan itu. Kita tutup buku lama, buka lembaran baru. Maju bersama gerakan perubahan untuk membangun bangsanya sendiri."

Surya Paloh juga meminta semua pengurus dan kadernya untuk bekerja keras agar bisa menjadi pemenang Pemilu 2014. "Bahwasanya, perjalanan Partai NasDem di hampir seluruh desa di Tanah Air, lebih 15 juta orang, tercatat sebagai anggota NasDem. Mari wujudkan perubahan bersama-sama," tandas Paloh.

Baca juga:

Surya Paloh: Putusan MK Pemilu serentak 2019 lebih masuk akal

Perang urat syaraf Yusril dan Surya Paloh soal UU Pilpres

Yusril tantang Surya Paloh debat di MK, bukan di media

Surya Paloh: Kalau Pemilu serentak akan ada 1,1 juta capres

Ini kata Hariman Siregar soal 5 calon pemimpin bangsa [ren]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini