Survei Voxpopuli: Elektabilitas Gerindra-PDIP Turun dan Demokrat-PKS Naik

Selasa, 5 Januari 2021 14:14 Reporter : Merdeka
Survei Voxpopuli: Elektabilitas Gerindra-PDIP Turun dan Demokrat-PKS Naik Hasil survei Voxpopuli Research Center terkait elektabilitas partai politik.. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Voxpopuli melakukan survei untuk melihat elektabilitas partai politik di awal tahun 2021. Hasilnya, elektabilitas beberapa partai mengalami penurunan.

Yakni PDIP dan Partai Gerindra. Elektabilitas dua partai itu mengalami penurunan tajam.

Dikutip dari Antara, Rabu (5/1), PDIP misalnya. Jika pada Juni 2020 elektabilitas PDIP di angka 33,5 persen, kemudian Oktober 2020 menjadi 31,3 persen. Saat ini hanya 19,6 persen.

Demikian pula dengan Partai Gerindra yang sebelumnya stabil di angka 14,1 persen pada Juni 2020. Kemudian menjadi 13,9 persen pada Oktober 2020, dan kian merosot tinggal 9,3 persen.

Adapun parpol dengan elektabilitas cenderung stabil yakni Demokrat, PKS, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Elektabilitas PSI naik dari 4,5 persen (Juni 2020) dan 4,7 persen (Oktober 2020) menjadi 4,9 persen.

Sementara itu, PKS elektabilitas-nya naik dari 5,3 persen (Juni 2020) dan 5,6 persen (Oktober 2020) menjadi 8,1 persen. Lalu Demokrat naik dari 3,4 persen (Juni 2020) dan 3,3 persen (Oktober 2020) menjadi 5,1 persen.

"Demokrat, PKS, dan PSI mengalami kenaikan elektabilitas ketika parpol-parpol lain anjlok atau stabil," kata Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center, Dika Moehamad. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (5/1).

Menurut Dika, turunnya elektabilitas parpol diduga ada kaitannya dengan kasus korupsi yang membelit dua figur menteri dari PDIP dan Gerindra.

Hal tersebut memberi keuntungan politik khususnya bagi parpol-parpol di luar pemerintahan, yaitu Demokrat dan PKS.

Parpol-parpol lain yang elektabilitas-nya juga stabil seperti Golkar (9,8 persen-8,7 persen-8,4 persen), PKB (6,4 persen-5,9 persen-5,5 persen), NasDem (4,3 persen-3,8 persen-3,6 persen), dan PPP (2,7 persen-2,0 persen-2,1 persen).

Pada papan bawah, terdapat PAN yang elektabilitas-nya terus merosot (1,4 persen-1,2 persen-0,9 persen). Konflik internal yang melanda dan munculnya parpol baru Partai Ummat yang digawangi Amien Rais membuat posisi PAN makin terancam.

Lainnya adalah Perindo (0,8 persen-0,6 persen-0,4 persen), Hanura (0,6 persen-0,5 persen-0,3 persen), dan Berkarya (0,4 persen-0,2 persen-0,1 persen). Parpol lainnya tidak mendapat dukungan, sedangkan partai baru Gelora 0,1 persen dan Ummat 0,2 persen.

"Anjloknya elektabilitas PDIP dan Gerindra sebagian besar lari ke golput, di mana responden yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab naik signifikan, dari 12,2 persen (Juni 2020) dan 18,3 persen (Oktober 2020) melesat menjadi 31,4 persen," jelas Dika.

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 26-31 Desember 2020, melalui telepon kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini