Survei SMRC: Mayoritas masyarakat ingin Prabowo jadi cawapres Jokowi

Rabu, 3 Januari 2018 13:35 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Jokowi-Prabowo. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebut muncul keinginan dari masyarakat agar Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersatu di Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Sekitar 66,9 persen responden menyatakan setuju jika Jokowi berpasangan dengan Prabowo.

"Ada keinginan di masyarakat untuk menggabungkan Jokowi dan Prabowo di 2019. Mayoritas setuju," kata Direktur Utama SMRC Djayadi Hanan dalam paparan hasil survei di kantornya, Jln Cisadane, Jakarta, Selasa (2/1).

Dari survei itu juga terlihat, sebanyak 67 persen responden setuju Prabowo menjadi calon wakil presiden pendamping Jokowi. Sementara hanya 28,4 persen yang setuju jika Prabowo menduduki posisi calon presiden dan Jokowi sebagai calon wakil presiden.

"Tentu saja ini pendapat masyarakat yang baru mempertimbangkan satu sisi," tandasnya.

Selain itu, Joko Widodo adalah kandidat yang paling diunggulkan menjadi Presiden jika Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak digelar saat ini menurut survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Direktur Utama SMRC Djayadi Hanan mengatakan elektabilitas Jokowi saat pertanyaan diajukan secara spontan sebesar 38,9 persen.

Prabowo Subianto berada di urutan kedua dengan 10,5 persen. Disusul Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan 1,4 persen.

Elektabilitas Jokowi terus menguat kandidat-kandidat lain dengan 53 persen jika pertanyaan dilakukan dengan semi terbuka.

"Survei Desember ini menunjukkan jumlah warga yang menyatakan akan memilih Jokowi sebagai Presiden berdasarkan pertanyaan semi terbuka (kepada responden ditampilkan daftar lebih dari 30 nama capres), mencapai 53 persen," ujar Djayadi. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini